Tekan Pengangkutan ke TPA, Cimahi Pasang Target 60 Persen Sampah Tertangani di Setiap Wilayah pada 2026

Tekan Pengangkutan ke TPA, Cimahi Pasang Target 60 Persen Sampah Tertangani di Setiap Wilayah pada 2026
Tim Penilai Lomba Kinerja Pengelolaan Sampah tingkat Kelurahan se-Kota Cimahi di Bank Sampah Induk RW 26 Melong . (Foto: Mong/Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi terus memperkuat komitmen seluruh kelurahan dalam mengendalikan persoalan sampah dari hulu. Upaya pengurangan sampah sejak dari sumber dinilai krusial untuk menekan beban pengangkutan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Langkah tersebut menjadi dasar digelarnya Lomba Kinerja Pengelolaan Sampah tingkat kelurahan se-Kota Cimahi yang digagas Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Skema penilaian dilakukan secara bertahap, mulai dari pemaparan program, verifikasi kondisi eksisting, hingga pengukuran komitmen lurah dalam pengelolaan sampah di wilayah masing-masing.

Dari total 15 kelurahan, sebanyak 10 kelurahan lolos ke tahap penilaian pemaparan. Selanjutnya, hanya enam kelurahan yang masuk tahap lanjutan berupa verifikasi lapangan terkait pengelolaan sampah organik dan anorganik. Tim juri berasal dari unsur DLH Kota Cimahi, akademisi, praktisi lingkungan, kader PKK, hingga perwakilan media massa.

Baca Juga:Hujan Deras Tutup Intake BLUD Cimahi: Suplai Air Baku Sempat Terhenti Akibat Sedimen dan SampahPotensi Besar Pengolahan Sampah Plastik Jadi BBM di Cimahi, Berpeluang Buka Lapangan Pekerjaan

Sekretaris Daerah Kota Cimahi, Maria Fitriana, menegaskan bahwa pengelolaan sampah membutuhkan pemahaman yang kuat dari masyarakat. Menurutnya, membangun kesadaran bahwa sampah harus dikelola sejak dari sumber bukanlah hal mudah.

“Sulit beri pemahaman bahwa sampah harus sudah dikelola dari sumber. Jadi tugas aparat kewilayahan membina masyarakat bahwa pengelolaan sampah menjadi tanggung jawab bersama,” ujarnya, Senin (8/12/2025).

Maria menambahkan, perubahan pola perilaku masyarakat harus dilakukan sejak dini melalui intervensi kebiasaan yang berkelanjutan. Ia menilai pola lama kumpul-angkut-buang tidak lagi relevan dengan kondisi saat ini.

“Jangan lagi bergantung pada pola kumpul angkut buang sampah karena sudah bukan jamannya. Harus dengan inovasi dan kebersamaan dalam pengelolaan sampah,” jelasnya.

Sejumlah inovasi yang dikembangkan Kota Cimahi, lanjut Maria, sebagian besar difokuskan pada pengelolaan sampah. Inovasi tersebut dinilai menjadi kunci dalam menyelesaikan persoalan sampah, terlebih Cimahi tengah menuju target Zero to TPA.

“Inovasi ini harus diterapkan agar masalah sampah bisa selesai. Apalagi Cimahi menuju Zero to TPA maka harus kurangi signifikan angkut sampah ke TPA,” ucapnya.

Ia juga menyoroti pentingnya pengawasan di lapangan guna mencegah munculnya tumpukan sampah liar. Maria menyebut praktik pembuangan sampah ilegal masih terjadi, bahkan dilakukan oleh warga dari luar daerah.

0 Komentar