Masteci Bangun Panggung Inklusif di Cimahi, dari Teater Tuli hingga Drama Musikal ‘Impian Tak Terlihat’

Masteci Bangun Panggung Inklusif di Cimahi, dari Teater Tuli hingga Drama Musikal ‘Impian Tak Terlihat’
Penampilan Drama Musikal di Hepi Fest yang Dilatih dan Dikonsep oleh Masyarakat Teater Cimahi (Masteci) (Mong)
0 Komentar

“Teman-teman SR punya budaya tersendiri, teman-teman Masteci punya budaya tersendiri. Tapi kita mau tidak mau harus bersatu. Itu proses yang bakal jarang ketemu titiknya, tapi alhamdulillah kita berhasil dalam dua bulan,” ujarnya.

Dibalik itu semua, Ricky mengatakan dengan penuh antusias, anak-anak SR yang awalnya ragu kini menjadi yang paling bersemangat.

“Yang paling semangat anak-anak SR. ‘Aduh aku deg-degan,’ kata mereka setelah geladi,” katanya.

Baca Juga:UPTD Metrologi Cimahi Sidak SPBU Tindak Lanjuti Aduan MasyarakatDishub Cimahi Pasang ETLE Baru di Jalan Gandawijaya, Anggaran Capai Rp1,29 Miliar

Masteci pun memiliki unit kerja bernama Masteci Art Product (MAP), wadah bagi 50 lebih seniman muda yang mengembangkan karya teater, musik, hingga tari.

“Kalau suka lanjut, kalau enggak ya sudah. Tapi Alhamdulillah banyak yang bertahan,” ungkap Ricky.

Melalui gelaran Happy Fest dalam Peringatan Hari Disabilitas Internasional 2025 beberapa waktu lalu, dan rangkaian kegiatan inklusif lainnya, Ricky berharap teater di Cimahi semakin maju dan terbuka.

“Saya harap Happy Fest jadi pemicu teman-teman teater untuk mulai bergerak, untuk mau mengiris sedikit idealisnya,” ujarnya.

Menurutnya, teater tidak harus mahal, tidak harus di gedung mewah. Seni bisa tampil di mana saja selama ada ruang untuk ekspresi.

“Jangan menutup diri. Seni itu tidak cukup hanya di panggung, tapi bisa dilakukan di mana saja sebagai wadah inspirasi dan aspirasi,” ungkap Ricky.

Visi besar Masteci sudah jelas, ‘Cimahi Berekspresi 2030’. Kata Ricky, hal ini menegaskan bahwa setiap warga punya hak untuk menyuarakan rasa, mimpi, dan cerita mereka sendiri.

Baca Juga:Kejari Cimahi Sabet Lima Penghargaan dan Peringkat II Terbaik se-Jawa BaratMeski Keterbatasan Anggaran, Pemkot Cimahi Tegaskan Sektor Kebudayaan Tidak Boleh Terpinggirkan

Masteci berpusat di SMP Tut Wuri Handayani, tepatnya di sekretariat Teater Campernik. Sekolah ini dikenal sebagai pelopor peminatan seni di Cimahi.

“Kebetulan wakil ketua umumnya itu Yegi, sutradara Masteci, bekerja di sana. Jadi kita dibantu untuk kegiatan,” jelas Ricky.

Masteci bukan sekadar komunitas seni. Ia adalah ruang aman, ruang tumbuh, ruang ekspresi bagi siapa pun yang merasa suaranya tak pernah benar-benar didengar.

Dan selama masih ada anak-anak yang ingin menari, berbicara, atau sekadar merasa ‘dilihat’, Ricky dan Masteci akan terus menjaga panggung itu tetap menyala. (Mong)

0 Komentar