YouTuber Resbob Hina Suku Sunda, Wagub Jabar Murka!

Erwan Murka, Wagub Jabar Respon Ujaran Rasis YouTuber Hina Suku Sunda
Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan/Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, angkat suara soal ujaran kebencian bernada rasis terhadap Suku Sunda yang dilontarkan streamer Adimas Firdaus (Resbob) dalam siaran langsungnya dan belakangan viral di media sosial. Konten itu memicu kemarahan publik, terutama warga Jawa Barat.

Erwan menyatakan respons kerasnya. Dia mengaku tersinggung sebagai pribadi yang lahir dari Suku Sunda.

“Saya sebagai seorang orang yang terlahir dari Suku Sunda, saya merasa sangat terhina, saya sangat marah,” ujarnya saat ditemui di Kantor Dinas Pendidikan Jawa Barat, beberapa waktu lalu.

Baca Juga:Manajemen Persib Enggan Dulu Bahas Perpanjangan Kontran Bojan Hodak, Ini Alasannya!Persib Tambah Amunisi: Rumor Sebut Joey Pelupessy, Tapi yang Datang Malah Marteen Paes!

Menurut Erwan, pernyataan YouTuber itu mengandung potensi memecah belah masyarakat. Dia meminta kepolisian segera menindak pelaku agar ada efek jera.

“Sehingga tidak ada lagi orang lain yang menghina suku, suku apa pun. Baik itu Sunda, Jawa, Batak dan semua. Kita harus saling menghormati. Kita berada di NKRI,” tandasnya.

Sebelumnya, Polda Jawa Barat telah bergerak menindaklanjuti laporan terkait seorang YouTuber Resbob alias Adimas Firdaus.

Laporan tersebut terkait dugaan menyebar ujaran kebencian yang menyasar Suku Sunda dan suporter Persib dalam salah satu konten siaran langsungnya.

Perkara ini, menurutnya, mengemuka ke publik usai potongan konten streaming Adimas Firdaus yang berisi ujaran kebencian itu viral di media sosial dan bikin warga geram, khususnya warga Jawa Barat.

“Kami sudah profiling akun pelaku hate speech terhadap viking dan warga Jabar dan sudah melakukan penyelidikan,” kata Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Hendra Rochmawan, Jumat (12/12).

“Penerimaan LP untuk melengkapi proses hukum menguatkan saksi korban,” imbuhnya.

0 Komentar