Kota Bogor Bersiap Hadirkan Trem Bertenaga Baterai, Pengamat: Momentum Perubahan Sistem Angkutan Publik 

Kota Bogor Bersiap Hadirkan Trem Bertenaga Baterai, Pengamat: Momentum Perubahan Sistem Angkutan Publik 
Ilustrasi trem. (Dok. Pixabay)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Kota Bogor bersiap menghadirkan trem bertenaga baterai sebagai moda transportasi publik baru yang tengah dikembangkan bersama PT Industri Kereta Api (INKA).

Pengamat transportasi Yayat Supriatna menilai rencana tersebut menjadi momentum penting bagi Kota Bogor untuk melakukan lompatan menuju sistem angkutan massal berbasis rel.

“Angkutan perkotaan yang benar dan tepat itu harusnya berbasis rel. Kapasitasnya jauh lebih besar, ketepatan waktunya lebih baik, dan mampu mendorong penggunaan transportasi publik hingga 60 persen,” ujar Yayat saat ditanya, Jumat (12/12/2025).

Baca Juga:Mitigasi Bencana, Kejari Kabupaten Bogor Tanam Pohon di Kawasan PuncakPemkot Bogor Bakal Benahi Halte Transjakarta P11 Botani Square, Tingkatkan Kenyamanan Penumpang

Yayat menjelaskan, trem bertenaga baterai dapat menjadi solusi yang efisien dan ramah lingkungan untuk mengurangi kepadatan angkutan kota (angkot) di jalanan.

Satu rangkaian trem dengan dua gerbong disebut memiliki kapasitas setara dua bus, namun lebih hemat ruang karena bergerak di jalur tetap dan tidak memakan banyak ruang jalan serta minim emisi (polusi udara).

Ia mencontohkan Jakarta yang lebih dulu mengembangkan MRT, LRT, dan KRL sebagai moda transportasi massal berkapasitas tinggi.

Dengan pendekatan serupa, Kota Bogor dinilainya dapat memenuhi kebutuhan angkutan tanpa harus terus-menerus menambah prasarana jalan.

“Kalau trem itu sudah cukup untuk bisa menampung banyak penumpang, teknologinya juga sudah siap dan tidak perlu ada kabel di atas, cukup pakai baterai. Jadi tidak perlu menambah hal-hal lain dalam konteks prasarana,” katanya.

Selain efisiensi, trem juga dipandang mampu menghilangkan praktik “ngetem” yang kerap terjadi pada angkot di Kota Bogor.

Dengan sistem operasi berbasis jadwal, trem akan berjalan secara teratur sehingga pergerakan masyarakat lebih pasti dan tidak terganggu oleh perilaku berhenti sembarangan sebagaimana pada moda konvensional.

Baca Juga:Kabupaten Bogor Kirim Rp1 Miliar dan 2 Truk Sembako untuk Korban Longsor Aceh TenggaraPMI Kabupaten Bogor Siapkan Langkah Lanjutan, Bantuan Tunai hingga Layanan Kesehatan untuk Korban Bencana Aceh

Yayat pun memandang trem bertenaga baterai ini berpotensi menjadi moda utama transportasi Kota Bogor di masa depan, sementara angkot dan moda lainnya berperan sebagai feeder ke rute-rute permukiman.

“Dalam menuju transformasi Kota Bogor ke depan, Bogor memang harus berubah dari angkot ke moda berbasis rel. Nantinya angkot dan moda lain hanya berfungsi sebagai feeder atau penghubung dari permukiman ke rute trem,” ucapnya.

0 Komentar