JABAR EKSPRES – Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi memperkuat sistem layanan kegawatdaruratan kesehatan dengan meluncurkan 16 unit motorbike ambulance, Selasa (9/12/2025). Kebijakan ini menjadi respons atas tantangan akses layanan medis di kawasan padat penduduk dan gang sempit yang selama ini sulit dijangkau ambulans roda empat.
Peluncuran armada motor ambulans tersebut menandai babak baru dalam percepatan respons medis di tingkat lingkungan terkecil, sekaligus mempertegas komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang cepat, merata, dan inklusif.
“Hari ini Pemerintah Kota Cimahi meluncurkan Motorbike Ambulance, sebuah upaya penguatan layanan kesehatan kegawatdaruratan supaya bisa menjangkau masyarakat di semua titik,” kata Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudisthira, Selasa.
Baca Juga:Wali Kota Ngatiyana Tegaskan Komitmen Lapangan Kerja Inklusif Bagi Disabilitas di CimahiGelaran Hepi Fest 2025, Pemkot Cimahi Tegaskan Komitmen Kota Ramah Disabilitas
Sebanyak 16 unit motorbike ambulance disiagakan untuk melayani masyarakat yang membutuhkan pertolongan cepat. Setiap unit telah dilengkapi tas kit P3K sebagai perangkat penanganan awal sebelum pasien mendapat penanganan lanjutan di fasilitas kesehatan.
“Tujuannya tentu agar petugas mamu menjangkau masyarakat di wilayah yang tidak bisa dilalui ambulans roda empat. Kita tahu bahwa di Cimahi ini banyak masyarakat yang tinggal di dalam gang-gang dengan aksesibilitas minim,” kata Adhitia.
Kebijakan ini dinilai memiliki urgensi tinggi, mengingat keterlambatan penanganan medis dalam kondisi darurat sering kali dipengaruhi oleh hambatan geografis dan kepadatan permukiman.
Motorbike ambulance dipandang sebagai solusi taktis untuk menekan angka keterlambatan evakuasi pasien serta meningkatkan peluang keselamatan.
Peluncuran armada tersebut juga dirangkaikan dengan peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-61 tingkat Kota Cimahi. Dalam momentum tersebut, Adhitia menekankan pentingnya peran aparatur sipil negara sebagai penggerak budaya hidup sehat.
“Kesehatan fisik, mental, dan sosial merupakan fondasi masyarakat yang kuat. Sebagai aparatur negara, kita memiliki tanggung jawab tidak hanya terhadap pelayanan publik tetapi juga menjadi teladan dalam menerapkan gaya hidup sehat,” tutur Adhitia.
Pada kesempatan yang sama, Pemerintah Kota Cimahi juga menerima dua penghargaan nasional dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, yakni Swasti Saba Padapa sebagai Kabupaten/Kota Sehat 2025 dan STBM Pratama 2025.
Baca Juga:Jelang Nataru, Damkar Cimahi Perkuat Armada hingga Tingkatkan Patroli MobileDBD Mengintai di Tengah Cuaca Ekstrem, 308 Kasus Tercatat di Cimahi Sepanjang 2025
Penghargaan tersebut menjadi capaian strategis setelah penantian selama delapan tahun, sekaligus menegaskan keberhasilan Cimahi dalam mendorong perilaku hidup bersih dan sehat, khususnya melalui upaya bebas buang air besar sembarangan atau Open Defecation Free (ODF).
