Fasilitas RPH Modern Dorong Efisiensi dan Keamanan Pangan di Bandung Barat

Bupati dan Wakil Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail (kiri), Asep Ismail (kanan) saat ditemui di Padalarang. Do
Bupati dan Wakil Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail (kiri), Asep Ismail (kanan) saat ditemui di Padalarang. Dok Jabar Ekspres/Suwitno
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Rumah Potong Hewan (RPH) modern milik Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) di Desa Campaka Mekar, Kecamatan Padalarang, mulai beroperasi.

Diketahui, RPH tersebut digunakan sebagai fasilitas pemotongan hewan berstandar nasional yang dirancang untuk meningkatkan higienitas, keamanan pangan, dan efisiensi layanan pemotongan.

RPH ini disiapkan untuk mendukung industrialisasi dan hilirisasi sektor peternakan, khususnya sapi potong. Fasilitas modernnya memungkinkan proses pemotongan berlangsung lebih terkontrol, bersih, serta memenuhi standar ASUH (Aman, Sehat, Utuh, Halal).

Baca Juga:Hutan Kritis, Ancaman Bencana Makin Nyata!Transportasi Jawa Belum Merata, Bandung Masuk Sorotan Soal Wacana Kereta Cepat ke Surabaya

Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail menegaskan bahwa keberadaan RPH tersebut menjadi instrumen penting dalam memperkuat ekosistem peternakan daerah.

“Dengan fasilitas yang terpusat dan terstandarisasi, pemerintah ingin memastikan produk daging yang beredar di masyarakat lebih terjamin kualitasnya,” ujar Jeje di Padalarang, Selasa (9/12/2025).

Selain itu, RPH ini juga disiapkan sebagai lokasi resmi perdagangan ternak agar aktivitas jual-beli lebih tertib, higienis, dan aman.

“Kami pemerintah mendorong para bandar domba, pedagang, serta pelaku usaha peternakan memanfaatkan area yang telah disediakan untuk menghindari praktik perdagangan di titik-titik yang tidak terkontrol,” katanya.

Berdasarkan data Dinas Perikanan dan Peternakan KBB, populasi ternak ruminansia di daerah tersebut mencapai 203.049 ekor, terdiri dari sapi perah (21.865 ekor), sapi potong (5.618 ekor), kerbau (475 ekor), domba (161.720 ekor), dan kambing (13.371 ekor).

Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan KBB, Wiwin Aprianti, menyebut RPH ini mampu menangani 30 hingga 150 ekor per hari. Dengan sistem pengelolaan modern, daging yang dihasilkan diharapkan memiliki kualitas lebih baik dan memenuhi standar nasional.

“Daging yang diproduksi melalui RPH ini sudah dipastikan halal, aman, dan sehat. Ini penting untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat,” kata Wiwin. (Wit)

0 Komentar