“Tumpukan sampah di mana-mana, bahkan orang luar Cimahi juga buang ke sini. Siagakan pengamanan dan pengawasan oleh aparat kewilayahan, masyarakat juga bisa ikut mengawasi,” imbuhnya.
Pemkot Cimahi, kata Maria, menargetkan peningkatan pengurangan sampah dari sumber, perbaikan tata kelola pengelolaan dan daur ulang, optimalisasi operasional TPST, penguatan bank sampah, serta berbagai upaya lainnya agar dilakukan secara konsisten.
“Seluruhnya perlu dilakukan secara konsisten agar pengelolaan sampah bisa tuntas di lapangan,” tuturnya.
Baca Juga:Hujan Deras Tutup Intake BLUD Cimahi: Suplai Air Baku Sempat Terhenti Akibat Sedimen dan SampahPotensi Besar Pengolahan Sampah Plastik Jadi BBM di Cimahi, Berpeluang Buka Lapangan Pekerjaan
Sementara itu, Kepala DLH Kota Cimahi Chanifah Liatyarini menegaskan bahwa lomba ini menjadi instrumen untuk memacu motivasi wilayah dalam mengelola sampah secara mandiri.
“Permasalahan sampah tidak bisa diselesaikan hanya DLH Kota Cimahi karena implementasi pengelolaan ada di wilayah. Sudah ada SK Wali Kota bagaimana berbagi peran dalam pengelolaan sampah, wilayah mengolah dari sumber dan DLH penarikan di tengah perkotaan. Harapannya 60 persen dikelola dengan baik dan selesai di tempat,” jelasnya.
Chanifah berharap kompetisi ini mampu mendorong pengelolaan sampah yang berkelanjutan di tingkat kelurahan. Selain itu, ajang ini juga menjadi ruang apresiasi terhadap inovasi yang telah berjalan.
“Harapannya dengan agenda lomba ini pengelolaan sampah di kelurahan menjadi rutin, di sisi lain kami apresiasi inovasi yang sudah diterapkan dan rencana ke depan di tahun 2026 melakukan tuntas sampah minimal 60 persen terkelola,” tandasnya. (Mong)
