Banyak motor listrik murah memakai ban berdiameter kecil. Ban jenis ini akan mudah membuat motor jatuh terutama saat menghantam lubang.
Selain itu, dengan ban yang kecil, menjadi kurang stabil di jalan bergelombang dan daya cengkeramnya sangat buruk di jalan licin.
7. Tidak Ada After-Sales & Suku Cadang Langka
Banyak merek tidak punya service center resmi. Sehingga saat membutuhkan suku cadang, maka untuk mendapatkan spare part harus menunggu lama atau tidak ada sama sekali.
Baca Juga:Waspada Popcorn Brain, Peringatan Bagi yang Doyan Scroll Medsos Cek Libur dan Cuti Bersama Desember 2025, Siapkan Rencana Liburan Natal dan Tahun Baru Mulai Sekarang
Selain itu, ongkos servis jadi lebih mahal dan tidak standar. Nilai jual motor juga bisa drop drastis saat dijual kembali.
8. Daya Tempuh Tidak Sesuai Klaim
Pada brosur sering tertulis 60–80 km, tetapi realnyaBisa hanya 25–40 km, terutama dengan baterai kecil.
Hal ini biasanya disebabkan karena sel baterai berkualitas rendah dan penghitungan jarak tempuh tidak sesuai standar industri.
9. Keamanan Terbatas (Anti-Theft Lemah)
Motor Listrik murah biasanya tidak menggunakan sistem keamanan yang bagus, kadang alarm dan kunci imobilizer sering hanya gimmick, mudah dicopot atau di-bypass sehingga sangat rawan dan berpotensi pencurian lebih tinggi.
10. Tidak Tahan Air / IP Rating Rendah
Motor atau baterai tidak memiliki perlindungan IP yang jelas. Risikonya motor mudah mogok saat hujan karena air masuk ke controller bisa menyebabkan motor mati total dan mahal untuk biaya perbaikannya.
Itulah 10 hal yang bisa terjadi jika memilih mengambil risiko membeli motor murah, pastikan, selain mempertimbangkan harga, pertimbangkan juga kualitas motor sebelum membelinya.
