Tenor 36 bulan memberi ruang lebih lega karena angsuran bisa ditekan ke nominal yang tidak terlalu tinggi. Pelaku usaha perlu menghitung arus kas bulanan secara cermat sebelum memilih tenor yang sesuai.
Simulasi Rp25 Juta
Plafon Rp25 juta memberikan ruang yang lebih luas untuk ekspansi, seperti renovasi tempat usaha sederhana, membeli kulkas display, atau menambah mesin produksi ringan. Cicilan bulanannya masih terjangkau untuk usaha yang sudah berjalan stabil.
Banyak pemilik usaha grosir kecil, kafe rumahan, dan pengrajin memilih plafon ini karena lebih fleksibel. Calculated secara umum, angsurannya masih dalam kisaran ratusan ribu per bulan, sehingga masih aman bagi UMKM yang omzet rata-ratanya cukup lancar.
Baca Juga:Tabel KUR Super Mikro BRI 2025 untuk Ibu Rumah Tangga dan Pekerja Ter-PHK! Ini Detailnya!9 Motor Listrik Desain Retro Modern yang Terbaik di Kelasnya, Irit dan Ramah Lingkungan!
Simulasi Rp30–Rp40 Juta
Pada nominal ini, pelaku UMKM bisa melakukan pengembangan usaha dengan skala lebih besar, seperti menambah peralatan besar, meningkatkan kapasitas produksi, atau membuka cabang kecil. Tenor panjang sangat membantu meringankan angsuran.
Pemilik usaha di bidang kuliner, bengkel, atau fashion sering menggunakan plafon ini ketika ingin memperbesar kapasitas usaha. Cicilan bulanannya tetap tergolong ringan di kelas modal menengah karena suku bunga KUR cukup rendah.
Simulasi Rp50 Juta
Plafon maksimal KUR Mikro dari BRI ini banyak diminati UMKM yang siap naik kelas. Penggunaannya bisa untuk renovasi besar, pembelian mesin usaha, motor operasional, atau peningkatan stok dalam jumlah besar.
Cicilan bulanan pada tenor 36 bulan berada pada kisaran yang masih dapat ditoleransi oleh usaha yang omzetnya stabil. Banyak pelaku usaha yang memanfaatkan plafon ini karena kemampuan membayar lebih jelas setelah usaha berjalan lebih dari satu tahun.
Tips Memilih Plafon dan Tenor
Menentukan plafon dan tenor tidak bisa hanya mengacu pada kemampuan bayar di atas kertas. Pelaku usaha harus melihat perputaran modal setiap bulan, risiko penurunan omzet musiman, dan kemampuan mempertahankan cashflow.
Plafon kecil cocok untuk usaha yang baru berjalan, sedangkan plafon menengah hingga Rp50 juta sebaiknya diambil oleh usaha yang sudah memiliki catatan keuangan lebih teratur. Tenor panjang memberi fleksibilitas, tetapi total bunga yang dibayar tentu lebih besar.
