Bagi warga seperti Rina, situasi ini membuat mobilitas harian menjadi semakin melelahkan. “Setiap hari macet. Kalau ada transportasi publik yang nyaman, pasti banyak yang mau pindah,” ujarnya.
Masyarakat Bandung kini menunggu langkah konkret pemerintah: pembenahan armada, pembangunan halte yang manusiawi, sistem pembayaran digital terintegrasi, serta rute yang saling melengkapi. Semua itu diyakini dapat mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi.
“Bandung sebenarnya punya peluang besar jadi kota dengan transportasi publik yang modern. Tinggal kemauan politik dan eksekusi yang konsisten,” kata Dadan.
Baca Juga:Ogah Imbang, Persib Maunya Menang!Jung Sang Penyelamat! Persib Menang Dramatis 10 Pemain, Dewa United Dipaksa Pulang Tanpa Gol
Sementara itu, warga berharap pembenahan dilakukan bukan hanya secara fisik, tetapi juga pada manajemen operasional. Tanpa perubahan signifikan, dahaga masyarakat Bandung akan transportasi umum yang layak dan terhubung akan tetap tidak terjawab. (Dam)
