JABAR EKSPRES – Ketua DPRD Jabar, Buku Wibawa, menyambut baik langkah yang dilakukan Musyawarah Majelis Sunda (MMS). Sebab hal itu memberikan masukan positif terhadap pembangunan Jawa Barat.
MMS menggelar Musyawarah Tahunan ke-II di Gedung Sate, Kota Bandung, Sabtu (22/11/2025). Buky Wibawa juga berkesempatan hadir dalam acara pagi itu.
Dalam acara tersebut, MMS menyerahkan dokumen manifesto kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, dengan disaksikan sejumlah tokoh yang hadir. Penyusunan manifesto diawali rangkaian Sawala Maya I & II, lalu musyawarah di Unpad pada 15 November 2025.
Baca Juga:Jung Sang Penyelamat! Persib Menang Dramatis 10 Pemain, Dewa United Dipaksa Pulang Tanpa GolEiger Adventure Land Jadi Mitra Menko PMK–BNPB Menghijaukan Puncak
Terdapat empat agenda strategis dalam Manifesto Peradaban Sunda Raya untuk menuju Indonesia Emas 2045 sekaligus mendorong agenda besar Indonesia Emas 2045.
Pertama, penguatan jati diri strategi dan pemajuan kebudayaan Sunda. Agenda ini diwujudkan melalui revolusi pendidikan karakter Sunda, kebijakan afirmatif bahasa dan toponimi, serta inisiasi dana abadi kebudayaan Sunda Raya.
Agenda berikutnya mencakup penciptaan sistem kepemimpinan Sunda melalui pembentukan Sunda Leadership Institute. Selain itu, dilakukan konsolidasi fraksi Sunda Raya kepada wakil rakyat asal Jawa Barat, Banten dan Daerah Khusus Jakarta di DPR, DPD dan DPRD.
MMS juga mendorong penyusunan buku putih perjuangan Sunda, serta pengakuan organisasi mereka sebagai mitra strategis negara dan daerah.
Buky Wibawa menyambut baik manifesto tersebut. “Kami menyaksikan semangat yang tak lekang oleh waktu. Kesetiaan para tokoh terhadap nilai budaya,” katanya.
Politikus Partai Gerindra itu melanjutkan, dokumen manifesto yang diserahkan tersebut merupakan hal positif. “Kami menyambut baik langkah itu,” cetusnya.
Menurut Buky, membangun daerah bukan hanya soal infrastruktur, tapi juga karakter masyarakat. “Dan budaya adalah fondasi paling kuat,” jelasnya. (son)
