Menurutnya, tantangan terbesar perempuan saat ini tidak hanya berupa tekanan ekonomi atau beban sosial, tetapi juga kebutuhan untuk terus memperkuat ilmu.
Meningkatkan kesadaran diri, dan menumbuhkan kemauan yang kuat untuk berperan aktif dalam pendidikan keluarga.
Perempuan Harus Punya Bekal Ilmu Pengetahuan
“Tantangan perempuan hari ini bukan hanya tekanan ekonomi dan beban sosial, tetapi bagaimana mereka bisa terus memperkuat ilmu, meningkatkan kesadaran diri, dan menumbuhkan kemauan yang kuat untuk berperan aktif dalam pendidikan keluarga,” ungkapnya.
Baca Juga:AABB Serukan Stop Kriminalisasi untuk para Aktivis yang Kritik Ijazah JokowiDedi Mulyadi Akan Kaji Ulang Kerjasama dengan Hotel Pullman yang Sewa Aset Pemprov Jabar dengan Harga Murah!
Ia kemudian menegaskan kebutuhan strategis Jawa Barat terhadap perempuan yang berdaya.
“Jawa Barat membutuhkan perempuan yang mampu memberdayakan potensinya, menghadirkan keteladanan, serta membangun lingkungan rumah yang penuh nilai, stabilitas emosional, dan pendidikan moral yang kuat bagi anak-anak,” lanjut Umi.
Rakerwil 2025 menjadi pengingat bahwa pembangunan Jawa Barat harus berpijak dari ruang terkecil namun paling strategis yaitu keluarga.
Melalui penguatan ketahanan keluarga, peningkatan kualitas kader, dan komitmen pelayanan publik, PKS Jawa Barat menegaskan posisinya sebagai partai yang membangun dari fondasi paling mendasar keluarga yang kuat, berdaya, dan berkarakter. (yan).
Ketahanan Keluarga, Umi Oded, PKS Jawa Barat, DPW PKS jawa Barat, Rakelwil,
