Dia mengatakan KBMU menuntut reformasi partai politik dan perbaikan sistem kaderisasi. Menurutnya, proses seleksi calon wakil rakyat hari ini terlalu ditentukan oleh popularitas dan modal.
“Kami menilai bahwa yang bisa menjadi Perwakilan Rakyat hari ini itu ada tiga, yang pertama itu yang punya uang yang kedua yang terkenal dan juga itu menunjukkan bahwa artis-artis Indonesia akhirnya bisa menjadi Perwakilan Rakyat,” katanya.
Dia menambahkan, standar kompetensi anggota legislatif tidak terpenuhi, sehingga “Dewan-Dewan hari ini secara komunikasi tidak baik juga secara moral itu juga tidak dilakukan dengan baik,” tambah Kamal.
Baca Juga:Gubernur Ahmad Luthfi Sebut Rumah Sakit Kardiologi Emirates-Indonesia TercanggihTanque Mantap Jaga Tren Positif Persib, Hodak Bongkar Kondisi Terbaru Adam Alis dan Barba
Dalam aksi tersebut, mahasiswa juga menyampaikan penolakan atas keputusan MKD dan penyematan gelar pahlawan untuk Soeharto. Mereka berharap suara mahasiswa tidak berhenti sebagai seruan, melainkan dipertimbangkan oleh pembuat kebijakan.
“Terkait apa yang akhirnya dibawa oleh keluarga besar mahasiswa Universitas Islam Bandung, terkait tuntutan ataupun keresahan itu harapannya bisa didengar dan bisa direspon dengan responsif. Untuk akhirnya membuat solusi konkrit. Satu kebijakan yang akhirnya berpihak kepada rakyat,” pungkasnya.
