Akibat sistem ini, beberapa daerah mengalami penurunan kuota yang sangat tajam. Kota Banjar, bersama dengan Kabupaten Cianjur, Garut, Sukabumi, dan Sumedang, tercatat sebagai lima daerah dengan porsi kuota paling kecil.
Sebaliknya, lima daerah lain justru menikmati kenaikan kuota, bahkan ada yang hingga dua kali lipat, seperti Kota Tasikmalaya, Kota Bekasi, Kota Depok, Kabupaten Bekasi, dan Kabupaten Indramayu.
“Kami akan kumpulkan untuk kabupaten kota yang memang mendapatkan kuota lebih banyak dibandingkan tahun lalu sampai dua kali lipat seperti Kota Bekasi atau kabupaten Bekasi. Kami akan melakukan mitigasi,” ucap Boy.
Baca Juga:Joan Laporta Tegas Bantah Rumor Kembalinya Lionel Messi ke Barcelona pada 2026Tottenham Siap Tebus Takefusa Kubo Rp1 Triliun, Real Madrid Jadi Pihak yang Paling Untung
Boy Hari Novian menegaskan bahwa Kemenag Jabar akan tetap melakukan verifikasi ketat terhadap calon jemaah yang telah mendapatkan nomor porsi. Verifikasi ini untuk memastikan kesiapan mereka. Bagi yang dinyatakan belum siap, kuotanya dapat dialihkan.
“Apakah memang nomor ini siap berangkat, kalau memang tidak siap berangkat itu nanti akan kami minta surat pernyataan bahwa tidak siap atau menunda keberangkatan di tahun ini, sehingga nomor yang di bawahnya itu akan otomatis naik,” jelasnya.
Sistem baru ini, menurut Boy, dirancang untuk menciptakan transparansi dan keadilan. Ia memastikan tidak akan ada lagi praktik salip-menyalip antrean seperti yang diduga terjadi di masa lalu. Seluruh proses dan data dapat diakses publik melalui aplikasi Satu Haji.
“Jadi, kemungkinan jemaah ini pergerakannya jelas. Berarti yang nomor di bawahnya pasti akan otomatis naik, tidak lagi ada salip-salipan seperti itu. Dan ini bisa terbuka, transparan, semua bisa akses melalui aplikasi Satu Haji,” ujar Boy.
Di tengah situasi yang tidak menguntungkan ini, Wali Kota Banjar, Ir. H. Sudarsono, masih menyimpan harapan. Saat dikonfirmasi, ia menyatakan masih berupaya memohon penambahan kuota dari kementerian. “Masih ada waktu, mudah-mudahan Kota Banjar bisa ada perubahan kuota. Saya akan mencermati dan akan berupaya agar ada penambahan kuota,” kata Sudarsono penuh harap. (CEP)
