Pemprov Jabar Rogoh Rp200 Miliar Demi Respons Cepat Bencana Alam

Petugas BPBD melakukan evakuasi korban bencana alam tanah longsor beberapa waktu lalu
Ilustrasi: Petugas BPBD melakukan evakuasi korban bencana alam tanah longsor beberapa waktu lalu. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) menyiapkan anggaran sebesar Rp200 miliar untuk memperkuat penanganan dan mitigasi bencana alam di wilayahnya.

Dana tersebut bersumber dari pos Belanja Tak Terduga (BTT) dan dapat digunakan sewaktu-waktu sesuai kebutuhan di lapangan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar, Herman Suryatman, mengatakan bahwa anggaran tersebut tidak hanya digunakan saat bencana terjadi, tetapi juga untuk kegiatan antisipasi dan kesiapsiagaan agar dampak bencana bisa ditekan sekecil mungkin.

Baca Juga:Lebih Pintar Tapi Tak Laku, Gen Z Jadi Pengangguran Terbanyak di JabarInvestasi Deras, Tenaga Kerja Seret: Pengangguran Jabar Tembus 1,78 Juta Orang

“Anggaran tanggap darurat bencana sudah siap melalui BTT. Dana itu bisa digunakan kapan saja dan di mana saja, bukan hanya saat bencana terjadi, tapi juga untuk antisipasi dan mitigasi,” ujar Herman di Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (10/11).

Selain untuk mitigasi bencana, Herman menyebut sebagian anggaran akan dialokasikan untuk pengadaan alat berat, mengingat ketersediaan peralatan di sejumlah daerah di Jawa Barat masih sangat terbatas.

“Ketersediaan alat berat di Jawa Barat masih kurang. Diharapkan dengan tambahan peralatan, penanganan bencana bisa dilakukan lebih cepat dan optimal. Pak Gubernur juga sudah memberikan arahan agar segera dilengkapi,” jelasnya.

Ia menegaskan, kesiapan anggaran dan perlengkapan merupakan langkah strategis agar penanganan bencana di Jawa Barat bisa dilakukan secara responsif dan terkoordinasi.

“Mudah-mudahan dengan alat berat dan perlengkapan yang memadai, semua bencana di Jawa Barat bisa kami tangani secara cepat dan efektif. Semoga tidak terjadi bencana, tetapi kalau pun ada, kami siap,” tegas Herman.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi sebelumnya menyampaikan bahwa Pemprov Jabar juga berencana membangun radar pendeteksi bencana pada tahun 2026 mendatang.

“Selama ini kita tidak memiliki radar pendeteksi bencana. Jadi pada 2026, Pemprov Jabar akan membangun radar agar sistem deteksi dini kita lebih kuat,” ungkap Dedi.

Baca Juga:Susahnya Hidup Sehat di Era MedsosKorban Ledakan SMAN 72 Kelapa Gading Meningkat Jadi 54 Orang, Kapolda Metro Jaya Turun Tangan

Langkah ini menjadi bagian dari upaya Jabar memperkuat sistem mitigasi terpadu dalam menghadapi potensi bencana alam yang meningkat seiring perubahan iklim dan intensitas hujan di wilayah Jawa Barat.(san)

0 Komentar