Bogor Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Hujan Ekstrem, Dedie Rachim Ajak Masyarakat dan Pemerintah Bersinergi

Bogor Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Hujan Ekstrem, Dedie Rachim Ajak Masyarakat dan Pemerintah Bersinergi
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, saat memberikan keterangan di Lapangan Mapolresta Bogor Kota, Rabu (5/11/2025). Foto: Sekar Andini
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Kota Bogor meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi hujan ekstrem setelah BMKG memperingatkan puncak curah hujan di Indonesia akan berlangsung dari November 2025 hingga Januari 2026.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim menyampaikan, curah hujan di Kota Bogor beberapa kali telah melebihi 130 mm, yang dapat meningkatkan risiko banjir lintasan, longsor, dan pohon tumbang.

Ia pun menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, TNI-Polri, serta masyarakat dalam mitigasi bencana.

Baca Juga:Polres Bogor Siapkan Posko Tanggap Bencana di Setiap Polsek3000 Personel Siaga Tanggap Bencana di Kabupaten Bogor

“Kota Bogor yang tercatat mengalami lebih dari seribu bencana per tahun, tentu harus mampu mengantisipasi dengan lebih baik. Mereka yang terdampak bencana harus segera dibantu, sementara masyarakat yang tidak terdampak perlu memahami cara mencegah dan mengantisipasi bencana,” ujar Dedie saat Apel Kesiapsiagaan Bencana di Lapangan Mapolresta Bogor Kota, Rabu (5/11/2025).

Dedie menyebut terdapat dua kecamatan rawan bencana di Kota Bogor saat ini, yaitu Bogor Selatan dan Bogor Barat. Ia pun meminta pihak terkait untuk melakukan mitigasi bencana serta sosialisasi kepada warga.

“Dua kecamatan ini harus melakukan mitigasi, pemetaan, dan juga memberikan informasi yang memadai kepada masyarakat,” katanya.

Saat ini, Pemerintah Kota Bogor bersama Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim) juga telah melakukan pemangkasan dan perawatan sejumlah pohon untuk mengurangi risiko bencana pohon tumbang. Dari sekitar 2.100 pohon yang terdata, terdapat 250 pohon rawan dan sekitar 50 di antaranya memerlukan perhatian khusus.

“Selain mitigasi, kami juga melakukan langkah-langkah seperti penebangan, pruning atau pemangkasan pohon yang berisiko, untuk meminimalkan terjadinya pohon tumbang,” ucapnya.

Ia pun mengimbau seluruh masyarakat untuk selalu waspada terutama saat hujan deras, serta senantiasa menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan, khususnya di aliran sungai agar saluran air tetap lancar dan risiko banjir dapat diminimalkan.

“Saya mengimbau masyarakat untuk tidak berteduh di tempat yang berisiko seperti di bawah pohon besar saat hujan lebat. Mari lebih peka terhadap lingkungan, ikut melestarikan alam, dan menjaga kebersihan. Dengan saluran air yang lancar, risiko bencana dapat ditekan,” tuturnya.

0 Komentar