Tidak heran jika suasana terminal ini selalu hidup, bahkan di tengah malam—ramai dengan deru mesin bus, pedagang kaki lima, dan percakapan hangat para perantau yang menunggu jadwal keberangkatan.
Terminal ini berdiri sejak akhir tahun 1980-an, bertepatan dengan meningkatnya arus mobilitas setelah jalur penyeberangan Bakauheni–Merak tumbuh pesat. Sejak saat itu, Rajabasa berkembang menjadi simpul penting transportasi darat di ujung selatan Sumatra.
Uniknya, terminal ini dinamai dari Gunung Rajabasa–sebuah simbol ketangguhan yang seolah menggambarkan semangat perjalanan jauh dari satu pulau ke pulau lain.
Baca Juga:6 Cara Ikuti BRI Super League Tanpa Harus Menonton Setiap PertandinganBPJS Ketenagakerjaan Gelar Lomba Karya Tulis Jurnalistik 2025 dengan Total Hadiah Ratusan Juta Rupiah
Kini, Rajabasa tengah bersolek melalui program revitalisasi pemerintah pusat agar tampil lebih modern dan nyaman bagi penumpang.
Dengan fasilitas yang makin lengkap—mulai dari area tunggu yang luas, layanan bus AKAP dan AKDP, hingga akses mudah ke angkutan kota—terminal ini terus berbenah menjadi titik transit andalan di Lampung.
Dari Jakarta hingga Lampung, setiap terminal memiliki cerita dan perannya sendiri dalam menghubungkan perjalananmu ke berbagai penjuru Indonesia.
Jadi, sebelum berangkat, selalu cek harga tiket bus dan pesan tiket bus online di redBus agar perjalananmu makin praktis, nyaman, dan bebas repot. (*)
