JABAR EKSPRES – Korban, seorang remaja putri sebut saja ‘Bunga’ (17 tahun) yang masih duduk di bangku SMA, diduga menjadi korban kejahatan seksual yang dilakukan oleh enam orang remaja, yang membuat kasus ini semakin memilukan adalah fakta bahwa semua pelaku yang terlibat juga masih berstatus di bawah umur dan merupakan pelajar SMA.
Kasat Reskrim Polres Banjar, Iptu Heru Samsul Bahri SE MM mengonfirmasi bahwa laporan resmi dari keluarga korban telah diterima oleh pihak kepolisian pada 23 Oktober 2025. Sementara itu, peristiwa dugaan rudapaksa terjadi pada 7 Oktober 2025.
Heru Samsul Bahri menjelaskan kronologi terungkapnya kasus ini bermula dari kecurigaan orang tua korban. “Orang tua korban telah melaporkan ke kami di Polres Banjar. Awal mula terungkapnya ketika orang tua korban mengetahui dari percakapan melalui chat di telepon genggam milik korban. Muncul kecurigaan dari isi chat tersebut, yang kemudian mendorong orang tuanya untuk melakukan konfirmasi dan bertanya langsung kepada Bunga. Pada saat itulah, korban akhirnya mengakui bahwa dirinya telah menjadi korban rudapaksa,” tutur Iptu Heri di ruang kerjanya, Senin (3/11/2025).
Baca Juga:Terlibat Kasus Dugaan Rudapaksa dan Penelantaran, Siswa SMA di Bandung Barat Diringkus PolisiModus ‘Dukun Pintar’, Pria di Panyileukan Bandung Ditangkap atas Kasus Rudapaksa
Lebih lanjut, dari hasil pemeriksaan sementara yang dilakukan oleh jajaran Reskrim, terungkap modus operandi yang digunakan oleh para pelaku untuk melancarkan aksi bejat mereka. Korban diduga kuat dicekok dengan minuman beralkohol hingga kehilangan kesadaran penuh.
“Awalnya korban ini diajak oleh salah satu pelaku ke rumah milik pelaku lainnya. Di lokasi inilah, korban kemudian dicekoki minuman keras hingga tidak berdaya, dan pada akhirnya terjadi dugaan rudapaksa secara bergiliran,” tambah Kasat Reskrim.
Menanggapi perkembangan penyelidikan, Heru Samsul Bahri mengakui bahwa proses hukum masih berada pada tahap awal. Hingga saat ini, pihaknya baru berhasil memanggil dan memeriksa satu orang yang diduga kuat menjadi otak dalam kejadian tersebut.
“Untuk kasusnya sendiri masih dalam tahap penyelidikan yang mendalam. Kami baru meminta keterangan dari satu terduga pelaku, sementara untuk lima pelaku lainnya masih kami dalami,” tegasnya. (CEP)
