“Pendekatan yang kami dorong bukan hanya represif, tetapi juga preventif dan edukatif. Aparatur perlu terus dibina, diarahkan, dan diberi pemahaman agar tidak terjerumus pada perilaku yang bisa merusak karier dan kepercayaan masyarakat,” jelasnya.
Menurutnya, keberhasilan pemberantasan korupsi tidak hanya diukur dari banyaknya kasus yang diungkap, tetapi juga dari semakin rendahnya potensi pelanggaran dan meningkatnya kesadaran integritas di setiap lini pemerintahan.
“Untuk itu, Inspektorat terus memperkuat sinergi dengan lembaga penegak hukum seperti Kejaksaan Negeri, Kepolisian, dan instansi vertikal lainnya,” tambahnya.
Baca Juga:Bangun Tata Kelola Bersih, Pemkab Bandung Barat Gaungkan Komitmen AntikorupsiUsai Dua Pejabat Jadi Tersangka Korupsi, Sekda Bandung Barat Minta Pengadaan Dievaluasi
Sementara itu Wakil Bupati Bandung Barat, Asep Ismail menegaskan bahwa Bandung Barat ingin memulai gerakan antikorupsi dari desa, karena desa merupakan garda terdepan dalam pelayanan publik dan pengelolaan anggaran.
Besarnya dana yang dikelola desa menuntut aparatur memiliki integritas tinggi agar tidak terjadi penyimpangan.
“Kalau desa kuat, maka Bandung Barat akan kuat. Integritas harus menjadi budaya, bukan sekadar slogan,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa setiap langkah kecil yang dilakukan dengan amanah akan berdampak besar bagi kemajuan daerah.
“Gerakan antikorupsi bukan pekerjaan semalam. Ini proses panjang yang memerlukan komitmen, keteladanan, dan konsistensi dari semua pihak,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, Asep Ismail mengajak seluruh aparatur desa untuk menjadikan nilai-nilai amanah dan antikorupsi sebagai pedoman dalam bekerja dan melayani masyarakat. Aparatur desa diharapkan mampu menjadi contoh dalam membangun budaya integritas di lingkungan pemerintahan hingga ke tingkat masyarakat.
“Dengan semangat Bandung Barat Amanah, kami berkomitmen menjadikan tata kelola pemerintahan yang bersih bukan hanya sekadar cita-cita, tetapi keniscayaan yang terus diperjuangkan bersama melalui sinergi, pembinaan, dan keteladanan,” pungkasnya. (Diskominfotik KBB)
