Sementara itu, Perwakilan Kementerian PANRB Seli Kurniawan, S.AP., menyampaikan bahwa evaluasi AKIP merupakan agenda tahunan untuk menilai sejauh mana kualitas manajemen kinerja di pemerintah daerah.
“Kabupaten Bogor saat ini telah meraih predikat Baik, dan kami berharap tahun 2025 bisa meningkat menjadi Sangat Baik (BB),” ujar Seli.
Ia menjelaskan, evaluasi dilakukan secara menyeluruh, mulai dari dokumen perencanaan kinerja, rencana aksi, pohon kinerja, pengukuran, hingga monitoring dan evaluasi triwulanan.
Baca Juga:Stunting dan TBC Masih Menjadi Persoalan Serius, Gubernur Ahmad Luthfi Terus Gencarkan Program SpelingUji Coba CFD di Cibinong, Sekda : Pemkab Bogor Bangun Kota yang Nyaman dan Sehat
Selain itu, tim KemenPANRB juga menilai efektivitas penggunaan aplikasi pelaporan kinerja serta sistem reward and punishment dalam pelaporan LKjIP/LAKIP.
“Kami ingin memastikan seluruh proses manajemen kinerja berjalan efektif dan terukur. Hasil evaluasi ini akan menentukan apakah Kabupaten Bogor layak meraih predikat Sangat Baik,” tambahnya.
Kegiatan evaluasi AKIP 2025 ini akan berlanjut hingga pekan pertama November, dengan pendalaman data dan dokumen kinerja.
Seli menegaskan, sinergi lintas perangkat daerah menjadi kunci penting dalam pengentasan kemiskinan dan percepatan pertumbuhan ekonomi.
“Kami ingin melihat komitmen nyata Kabupaten Bogor dalam memperkuat tata kelola kinerja pemerintahannya,” pungkasnya.
