Subaryo juga menambahkan bahwa semangat berbagi yang dijalankan di sekolahnya sejalan dengan visi dan misi Paguyuban Pasundan, yakni memerangi kemiskinan dan kebodohan.
“Program Poe Ibu dari Pak Gubernur sejalan dengan semangat kami di Pasundan. Kami ingin terus menumbuhkan budaya tolong-menolong yang menjadi ciri khas lembaga pendidikan kami,” katanya.
Selain program sosial, SMK Pasundan 3 Cimahi juga berupaya memperluas inovasi pendidikan, termasuk peluncuran buku hasil kolaborasi Indonesia Malaysia serta pengembangan materi literasi kesundaan.
Baca Juga:Masih di Bawah Target, Retribusi Penggunaan TKA di Cimahi Capai Rp408 JutaPerayaan HUT ke-74 Humas Polres Cimahi Jadi Momentum Perkuat Sinergi dan Pelayanan Publik
“Kami berharap para siswa terus menambah kualitasnya dengan mengikuti berbagai program yang kami selenggarakan, baik di tingkat nasional maupun internasional,” jelasnya.
Ia menegaskan kembali bahwa dana 2,5 persen yang dihimpun dari guru dan karyawan sepenuhnya dialokasikan untuk beasiswa, bukan untuk program umrah.
“Kalau 2,5 persen itu tidak ada hubungannya dengan umrah. Kalau umrah adalah hadiah dari sekolah, sedangkan 2,5 persen sepenuhnya untuk beasiswa,” tegasnya.
Subaryo berharap dukungan dari berbagai pihak agar kegiatan sosial dan penghargaan seperti ini terus berlanjut dan berkembang.
“Kami mengundang mitra-mitra dari lembaga lain, seperti perbankan dan perusahaan, untuk turut serta dalam kebaikan ini. Semoga langkah kecil ini bisa terus memberi manfaat dan menjaga nilai-nilai kemanusiaan di dunia pendidikan,” pungkasnya. (Mong)
