JABAR EKSPRES – Belum lama ini Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bidang pengolahan dan perdagangan ikan, PT Perikanan Indonesia menjalin kerja sama yang strategis dengan Shandong Xinfa Holding, perusahaan asal China dalam rangka penguatan bisnis perikanan domestik, terutama di bidang teknologi dan infrastruktur perikanan.
Kedua perusahaan tersebut menandatangani nota kesepahaman (momerandum of understanding/MoU) kerja sama di China pada akhir pekan lalu.
Kemitaraan ini pun akan melibatkan perusahaan Indonesia lainnya, PT Multi Agung Sarana Ananda.
Baca Juga:Belajar dan Mengabdi: Cara Intan Cahya Rachmat ASN Bandung Barat Mengucap Sumpah PemudaLaboratorium Ekonomi Pesisir, KKP Kembangkan Banda Neira Jadi Model Integrasi Laut dan Budaya
“Kerja sama ini dilakukan untuk mewujudkan ketahanan dan kedaulatan pangan Indonesia, khususnya di sektor kelautan,” kata Plt. Direktur Utama PT Perikanan Indonesia M. Rizali Umarella dikutip dari ANTARA, Rabu (29/10).
Kerja sama dengan perusahaan China ini mencakup kegiatan operasional perikanan, pengembangan teknologi dan kapal, infrastruktur perikanan terpadu, serta logistic pengembangan Pelabuhan.
Kolabarasi ini akan memperkuat penerapan teknologi mutakhir dalam penangkapan ikan dan sistem manajemen kapal yang berkelanjutan.
Bahkan, didukung oleh infrastruktur perikanan terpadu yang meliputi manajemen kapal, cold storage, jaringan logistic di pulau-pulau utama Indonesia, serta distribusi rantai dingin untuk dukung rantai pasokan perikanan nasional Indonesia.
Tidak hanya itu, kedua perusahaan tersebut memperkuat kolaborasi di bidang pasokan, distribusi, perdagangan ikan, hingga budi daya perikanan.
