Apa Itu Flu Singapura? Intip Cara Membedakannya dari Flu Biasa

flu singapura
SUMBER FOTO: Freepik/gpointstudio
0 Komentar

3. Pembengkakan Kelenjar Getah Bening

Gejala lain yang dapat muncul adalah pembengkakan kelenjar getah bening di leher. Hal ini merupakan respon alami tubuh dalam melawan infeksi virus. Meskipun tidak berbahaya, kondisi ini bisa membuat leher terasa tidak nyaman saat menoleh atau menelan.

Pada sebagian penderita, terutama anak-anak dengan daya tahan tubuh lemah, flu Singapura juga dapat menyebabkan kesulitan menelan dan nyeri hebat di tenggorokan. Oleh karena itu, asupan cairan harus tetap diperhatikan untuk mencegah dehidrasi.

Perbedaan Flu Singapura dengan Flu Biasa

Banyak orang yang keliru membedakan antara flu Singapura dan flu biasa karena gejalanya sekilas mirip. Namun, flu Singapura memiliki dua tanda khas utama yang tidak muncul pada flu biasa, yaitu:

Baca Juga:Tenis Meja Indonesia Kembali ke Ajang Internasional Lewat AYG Bahrain 202526 WNI Korban Penipuan Online di Myanmar Berhasil Dipulangkan ke Indonesia, Satu Diduga Perekrut

Ruam merah dan bintil berisi cairan di tangan, kaki, dan area mulut.Sariawan yang terasa nyeri di lidah, gusi, dan bagian dalam pipi.Sementara itu, flu biasa hanya menimbulkan gejala seperti demam, pilek, dan batuk tanpa adanya ruam atau sariawan.

Kapan Harus ke Dokter?

Meskipun flu Singapura termasuk penyakit ringan, ada beberapa kondisi yang perlu diwaspadai dan sebaiknya segera dikonsultasikan ke dokter, yaitu:

Demam tinggi yang tidak kunjung turun setelah tiga hari.

Anak tampak sangat lemas dan tidak mau makan atau minum.

Muncul tanda dehidrasi seperti bibir kering, jarang buang air kecil, atau menangis tanpa air mata.

Luka pada kulit atau mulut tampak bernanah atau memburuk.

Dokter biasanya akan memberikan obat untuk meredakan gejala seperti demam, nyeri, dan sariawan. Selain itu, istirahat cukup dan menjaga asupan cairan menjadi bagian penting dari proses pemulihan.

Pencegahan Flu Singapura

Flu Singapura sangat mudah menular, terutama melalui air liur, cairan lepuhan, atau feses penderita. Oleh karena itu, langkah pencegahan sangat penting dilakukan. Beberapa cara efektif antara lain:

Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, terutama setelah mengganti popok atau menyentuh benda yang mungkin terkontaminasi.

Jaga kebersihan mainan dan peralatan makan anak.

Hindari kontak langsung dengan penderita hingga benar-benar sembuh.

0 Komentar