JABAR EKSPRES – Kabar mengejutkan sekaligus membuat panik diterima SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Di saat sedang semangat untuk memulai hari pertama sekolah, sekolah tersebut justru mendapat ancaman BOM, pada senin (13/7/2026)
Ancaman BOM diterima oleh guru dan petugas tata usaha (TU) melalui pesan pribadi di aplikasi WhatsApp saat upacara, namun pesan tersebut baru dibaca setelah upacara.
Pesan ini langsung di sampaikan kepada pihak berwajib sehingga dalam waktu singkat Kapolsek Jagakarsa, Camat, Lurah langsung merapat ke lokasi tersebut.
Baca Juga:Reuni 30 Tahun FH Unpad 1996 Usung Tema "Back to Campus", Perkuat Silaturahmi hingga Bakti untuk AlmamaterBocoran Materi MPLS Ramah 2026, Penting untuk Calon Peserta
“Laporannya 07.30 WIB, tapi memang di-WA itu orang lagi pada upacara. Sudah upacara baru lihat WA-nya kita langsung datang semuanya Camat, Lurah,” kata Kapolsek Jagakarsa, Kompol Nurma Dewi.
Untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, pihak kepolisian dan sekolah segera mengambil langkah pengamanan dengan melakukan evakuasi terhadap semua murid untuk keluar dari lingkungan sekolah.
Sementara Tim Gegana dan Densus 88 Antiteror langsung melakukan penyisiran ke seluruh lokasi.
“Ini sudah dicek Gegana dan Densus 88,” ungkap Kompol Nurma Dewi.
Setelah melakukan penyisiran awal, tidak ditemukan adanya benda berbahaya seperti yang di sebutkan dalam ancaman yang diterima. Namun pihak kepolisian masih melakukan penyisiran lanjutan.
“Nihil, tapi masih disisir, lagi disisir,” Pungkas Kapolsek.
