Tak lama setelah kejadian, warga bersama aparat desa dan tim BPBD Bandung Barat langsung datang ke lokasi. Upaya evakuasi dilakukan secara manual menggunakan cangkul dan sekop karena lokasi pondok berada di kawasan perbukitan yang sulit dijangkau kendaraan besar.
Hingga hari ini, tim gabungan masih berjaga di lokasi untuk memastikan tidak ada longsoran susulan. Petugas juga mengevakuasi sementara para santri dan pengelola pondok ke rumah warga yang lebih aman di sekitar area kampung.
“Kami sudah kirim tim untuk asesmen cepat, berkoordinasi dengan perangkat desa, serta menyiapkan kebutuhan darurat bagi para santri dan pengelola ponpes,” kata Asep.
Baca Juga:Cibenda Kembali Diterjang Longsor, 10 KK Terpaksa Mengungsi ke Tempat AmanLembang Lumpuh Usai Diguyur Hujan 2 Jam! Rumah Roboh, Motor Terseret, Longsor Tutup Akses Warga
Menurut hasil asesmen sementara, kebutuhan paling mendesak saat ini meliputi terpal, kasur, logistik, dan sandang pangan bagi para santri yang sementara dievakuasi. BPBD juga akan menyalurkan bantuan tambahan sembako dan alat kebersihan untuk mendukung pemulihan awal.
Kondisi cuaca di wilayah selatan Bandung Barat dalam beberapa pekan terakhir memang sering tidak menentu. Intensitas hujan yang tinggi terutama pada sore dan malam hari membuat risiko bencana longsor meningkat di sejumlah titik rawan, termasuk di Kecamatan Rongga, Sindangkerta, dan Gununghalu.
BPBD Bandung Barat pun mengingatkan warga agar lebih waspada terhadap potensi longsor di kawasan perbukitan, terutama yang berada dekat dengan tebing atau lereng curam.
“Kami imbau warga segera melapor jika melihat retakan tanah, pohon miring, atau dinding rumah yang mulai bergeser. Itu tanda awal pergerakan tanah. Jangan menunggu sampai terjadi bencana,” tandas Asep. (Wit)
