Masyarakat Bandung Didorong Cerdas dan Bijak di Dunia Maya

Masyarakat Bandung Didorong Cerdas dan Bijak di Dunia Maya
Pemerintah Kabupaten Bandung mendorong masyarakat agar lebih bijak menggunakan media sosial/Foto: Istimewa
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemerintah Kabupaten Bandung mendorong masyarakat agar lebih bijak menggunakan media sosial di tengah meningkatnya kasus penyebaran hoaks, pinjaman online ilegal, dan judi daring.

Melalui kegiatan Festival Literasi Digital Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfo) menekankan pentingnya literasi digital sebagai benteng menghadapi dampak negatif teknologi.

Kepala Diskominfo Kabupaten Bandung, Teguh Purwayadi, mengatakan banyak warga yang masih mudah terpengaruh oleh informasi menyesatkan di dunia maya.

Baca Juga:Pemain Andalan Cedera Jelang El Clasico, Hansi Flick Harus Putar Otak!Alasan Thom Haye Menghilang saat Persib Tekuk Selangor FC di ACL 2

“Kadang masyarakat hanya melihat informasi sekilas di media sosial tanpa memeriksa kebenarannya. Akibatnya, mudah termakan hoaks dan ikut menyebarkan,” ujar Teguh, Jumat (24/10/2025).

Ia menambahkan, kebiasaan masyarakat yang lebih sering mengonsumsi konten pendek di media sosial juga memengaruhi pola pikir. Fenomena ini disebutnya sebagai brain rot atau kedangkalan berpikir.

“Supaya tidak terjebak hal seperti itu, biasakan membaca informasi secara tuntas. Buku, artikel panjang, atau sumber resmi bisa membantu kita berpikir lebih kritis,” katanya.

Menurut Teguh, literasi digital bukan hanya tentang kemampuan menggunakan gawai, tapi juga memahami etika, keamanan, dan dampak sosial dari aktivitas digital.

Ia berharap kegiatan edukasi ini bisa memperluas kesadaran masyarakat untuk menciptakan ruang digital yang sehat.

Sementara itu, Bunda Literasi Kabupaten Bandung, Emma Dety Permanawati, menyoroti pentingnya peran orang tua dalam membimbing anak-anak agar tidak kecanduan gawai.

“Banyak anak sekarang matanya minus karena terlalu lama main ponsel. Padahal, mereka bisa diajak membaca buku, bermain di luar, atau datang ke posyandu,” ucap Emma.

Baca Juga:Akhirnya Rizky Ridho Akui Bikin Kesalahan Fatal di Laga Timnas Indonesia vs IrakVirgil van Dijk Minta Liverpool Tak Berpuas Diri!

Namun, Emma juga menilai teknologi bisa membawa manfaat besar jika digunakan dengan bijak. Ia mencontohkan, banyak kader PKK yang berhasil memanfaatkan pelatihan daring untuk menambah keterampilan dan penghasilan.

“Teknologi itu netral. Kalau kita gunakan untuk belajar dan berkreasi, hasilnya positif. Tapi kalau disalahgunakan, justru bisa merugikan,” tegasnya.

Melalui penguatan literasi digital ini, Pemkab Bandung ingin membentuk masyarakat yang “Bedas Digital” cerdas, bijak, dan produktif dalam menghadapi perkembangan teknologi informasi.

0 Komentar