Seribu Rupiah, SMAN 2 Lembang Hidupkan Gotong Royong

SMAN 2 Lembang
Siswa SMAN 2 Lembang menyambut antisias Gerakan Rereongan Sapoe Sarebu (Poe Ibu) sebagai wujud keikhlasan berbagi.
0 Komentar

Total dana yang terkumpul belum dihitung karena program baru dimulai Senin, 13 Oktober 2025 lalu. Namun akan dikalkulasi akhir pekan ini. Dulhamin menegaskan, program ini tidak menemui penolakan dari siswa maupun orang tua. “Alhamdulillah, sosialisasi diterima baik. Program infak umrah sudah jadi budaya di sini, jadi Sapoe Sarebu tinggal dikolaborasikan,” ujarnya.

Sejak 2018, infak umrah telah memberangkatkan tiga siswa dan satu guru setiap tahun, kecuali saat pandemi COVID-19, di mana keberangkatan digabung pada 2021-2022 dengan total 10-12 orang.

Dengan pengelolaan transparan dan semangat sukarela, SMAN 2 Lembang menjadi contoh sukses implementasi Sapoe Sarebu. Program ini tidak hanya membantu siswa kurang mampu, tetapi juga memperkuat nilai gotong royong dan keikhlasan di kalangan warga sekolah.

Baca Juga:IPRC: Operasional Bandung Zoo Harus Dipisahkan dari Konflik Kepemilikan LahanNiat Mediasi Berujung Bui, Lima Orang Korban Pengeroyokan Justru Jadi Tersangka

Kepala Sekolah, Ernawati, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa program donasi Rp1.000 per hari ini bukan sekadar pengumpulan dana, melainkan upaya membangkitkan semangat gotong royong dan kesetiakawanan sosial. “Seribu rupiah mungkin kecil, tapi jika dilakukan bersama-sama secara konsisten, ini menjadi kekuatan kolektif yang luar biasa,” ujar Ernawati.

Ia menekankan bahwa Sapoe Sarebu adalah pendidikan karakter bagi siswa, guru, tenaga kependidikan, orang tua, dan seluruh pemangku kepentingan di SMAN 2 Lembang. “Program ini harus melebur dalam setiap pribadi, menjadikan lima pilar Panca Waluya bukan sekadar slogan, tetapi perilaku yang melekat sebagai identitas warga Jawa Barat yang istimewa,” tambahnya.

SMAN 2 Lembang berkomitmen menjalankan program ini dengan penuh konsistensi. “Motivasi kami adalah kebersamaan. Sisihkan seribu rupiah setiap hari sebagai kontribusi sederhana dengan nilai kemanfaatan tinggi,” jelas Ernawati.

Sekolah ini mengintegrasikan Sapoe Sarebu dengan program infak umrah yang sudah berjalan sejak 2018, menunjukkan pengelolaan yang selaras dengan nilai-nilai sosial dan keikhlasan. Dengan semangat kolektif, SMAN 2 Lembang berupaya menjadikan Sapoe Sarebu sebagai teladan nyata pendidikan karakter dan solidaritas.

Program ini tidak hanya membantu warga yang membutuhkan, tetapi juga memperkuat jati diri komunitas sekolah sebagai bagian dari Jawa Barat yang berbudaya gotong royong. (bbs)

0 Komentar