JABAR EKSPRES – Sampah bukan sekadar persoalan bau dan tumpukan plastik di sudut kota. Ia adalah cermin dari seberapa serius sebuah daerah memahami kesejahteraan warganya dan masa depannya sendiri. Di titik inilah Cimahi memilih tidak diam.
Alih-alih mengandalkan kebijakan sepihak atau proyek cepat saji, Pemerintah Kota Cimahi mengambil jalan kolaborasi mengajak kampus turun tangan, berpikir bersama, dan meneliti solusi yang bisa bertahan lama.
Hasilnya, bukan hanya tumpukan sampah yang berkurang, tapi juga pola pikir masyarakat yang mulai berubah.
Baca Juga:Konser “The Journey Continues by Aloka", Peterpan Berhasil Bawa Euforia Generasi ke GenerasiGubernur Ahmad Luthfi Raih Penghargaan Pemimpin Percepatan Ekonomi Daerah
Langkah itu kini mendapat pengakuan. Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IV Jawa Barat dan Banten menobatkan Cimahi sebagai pemerintah daerah dengan Kerja Sama Terbaik bersama perguruan tinggi, atas upaya menuntaskan isu krusial pengelolaan sampah.
Namun bagi Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, penghargaan itu bukan tujuan akhir. Menurutnya, Penghargaan ini adalah berkat kerja sama yang baik dengan para perguruan tinggi yang ada di Kota Cimahi dalam menyelesaikan suatu permasalahan, yaitu tentang sampah.
“Alhamdulillah, hari ini kita menerima penghargaan dari LLDIKTI atau dari Kementerian Pendidikan Tinggi,” ujarnya, saat ditemui di Pemkot Cimahi, Kamis (23/10/25).
Tujuh perguruan tinggi di Cimahi kini menjadi garda depan perubahan. Mereka tak lagi sebatas ruang kuliah dan riset di laboratorium.
Melalui program GRADASI (Gerakan Inisiatif Kampus Berdampak) dari LLDIKTI Wilayah IV, para akademisi bergerak langsung di masyarakat untuk menjawab tantangan “sampah tuntas.”
Kerja sama antara Pemkot Cimahi dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) dengan kampus telah melahirkan model pengelolaan sampah berbasis komunitas, riset perilaku warga, hingga kampanye pemilahan dan daur ulang.
“Contohnya, Universitas Padjadjaran (Unpad) yang mengarahkan kegiatan KKN tematik mereka untuk edukasi dan inovasi lingkungan di tingkat akar rumput,” kata Ngatiyana.
Ngatiyana menegaskan, yang dibangun bukan sekadar proyek, melainkan kesadaran bersama.
Baca Juga:Dirut Pertamina Beri Apresiasi atas Kontribusi dan Semangat Perwira Saka Subholding Gas
“Dengan tujuh perguruan tinggi yang ada di Kota Cimahi bergerak bersama dengan Pemerintah Kota Cimahi, alhamdulillah tantangan-tantangan sampah yang ada di Kota Cimahi bisa terselesaikan dengan sebaik-baiknya,” katanya.
