Kekecewaan ini bukan hanya datang dari Jepang. Di berbagai negara Asia Timur, termasuk Korea Selatan dan bahkan Indonesia, banyak pihak merasa senada dengan kritik yang dilontarkan JFA.
Sebagian pengamat sepak bola menilai, langkah Jepang bisa menjadi “wake-up call” bagi AFC agar memperbaiki tata kelola dan mengembalikan kepercayaan dari anggota-anggotanya.
Di Indonesia sendiri, isu ketidakadilan AFC bukan hal baru. PSSI beberapa kali memprotes keputusan wasit, penetapan lokasi pertandingan, hingga pembatasan suporter yang dianggap merugikan Timnas Garuda.
Baca Juga:Louis van Gaal Takkan Latih Timnas Indonesia!Sekda Jateng Serukan Makan Makanan Sehat dan Berkualitas
Namun, protes-protes tersebut sering kali tidak direspons secara memuaskan oleh AFC maupun FIFA, sehingga menimbulkan kecurigaan adanya bias terhadap negara-negara tertentu.
Jika wacana pembentukan Federasi Asia Timur benar-benar terjadi, dampaknya akan sangat besar bagi peta sepak bola Asia. Kompetisi antarnegara, jadwal kualifikasi, dan keikutsertaan klub di turnamen antarbenua bisa mengalami perombakan total.
Meskipun begitu, hingga kini JFA belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai kabar tersebut. Namun, sumber-sumber internal menyebut bahwa isu ini memang sedang dibahas di level tinggi federasi.
