JABAR EKSPRES – Realisasi investasi di Jawa Barat melejit. Hal itu ternyata juga berdampak positif dalam penyerapan tenaga kerja di Jawa Barat.
Pada triwulan III tahun 2025, nilai investasi yang masuk ke Jawa Barat mencapai Rp77,1 triliun, atau 15,7 persen dari total nasional. Jika dihitung sejak Januari hingga September 2025, total investasi yang mengalir ke provinsi ini sudah menembus angka Rp218,2 triliun.
Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Barat mencatat, realisasi itu menunjukkan tren positif jika dibandingkan tahun lalu di mana dalam periode yang sama baru menyentuh angka Rp 184,89 triliun.
Baca Juga:Krisis Kepercayaan, Jepang Pertimbangkan Tinggalkan AFC dan Bentuk Federasi BaruLouis van Gaal Takkan Latih Timnas Indonesia!
Dinas juta mencatat bahwa kucuran investasi itu juga berdampak langsung pada penyerapakan tenaga kerja. Tercatat ada 303.469 orang terserap, angka itu naik 4,45 persen dibanding 2024 yang di angka 290.545 orang.
Rinciannya, investasi dalam negeri (PMDN) sebanyak 175.385 orang dan investasi asing (PMA) sebanyak 128.084 orang. Sebagian besar penyerapan tenaga kerja terjadi di sektor manufaktur dan jasa penunjang industri.
Terbaru adalah penyerapan 4.500 tenaga kerja terampil bersertifikat oleh perusahaan pembuatan kendaraan listrik BYD di wilayah Kabupaten Subang.
“Yang menarik memang kawasan Rebana, lalu ada Bekasi dan Bandung Raya. Mudah-mudahan ini terus naik,” beber Kepala DPMPTSP Jabar Dedi Taufik, Senin (20/10).
Dedi melanjutkan, pihaknya juga akan terus berinovasi agar investasi terus mengalir ke Jawa Barat, misalnya soal kecepatan merespon perizinan, transparansi hingga soal digitalisasi agar proses lebih mudah.
“Semangat investasi juga untuk kesejahteraan masyarakat,” sambungnya.
Selain itu, Pemprov Jabar juga terus mendukung kelancaran investasi. Salah satunya adalah dengan program perbaikan infrastruktur di Jawa Barat. Jalan-jalan diperbaiki. Jalan yang mulus itu diharapkan juga makin menjadikan Jabar magnet investor.(son)
