JABAR EKSPRES – Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) tengah mempersiapkan pelaksanaan lelang jabatan terbuka (open bidding) guna mengisi kekosongan pada lima posisi strategis di sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).
Kelima jabatan tersebut yakni Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), serta Kepala Dinas Pendidikan.
Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, mengatakan proses pengisian jabatan akan dilakukan secara terbuka sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan. Saat ini, kelima posisi itu masih dijabat oleh pelaksana tugas (Plt) setelah adanya rotasi dan mutasi jabatan pimpinan tinggi pratama pada 11 September 2025 lalu.
Baca Juga:Krisis Kepercayaan, Jepang Pertimbangkan Tinggalkan AFC dan Bentuk Federasi BaruLouis van Gaal Takkan Latih Timnas Indonesia!
“Kami masih berproses dan akan segera melakukan open bidding. Kekosongan ini bagian dari langkah penyegaran organisasi agar pelayanan publik semakin optimal,” kata Jeje di Ngamprah, Senin (20/10/2025).
Menurutnya, kebijakan tersebut bukan keputusan mendadak, melainkan hasil dari uji kompetensi dan asesmen yang telah dilakukan terhadap pejabat terkait.
Jeje menegaskan, penyegaran jabatan dilakukan untuk mendorong peningkatan kinerja dan efektivitas birokrasi di lingkungan Pemkab Bandung Barat.
“Kami ingin melakukan refresh di lima dinas ini. Semua sesuai sistem dan prosedur. Tidak ada yang dilakukan secara sembarangan,” ujarnya.
Lima dinas yang tengah kosong dinilai krusial karena berhubungan langsung dengan pelayanan masyarakat dan memengaruhi capaian kinerja daerah.
Selain itu, Jeje juga menanggapi isu yang beredar mengenai dugaan praktik jual beli jabatan di lingkungan Pemkab Bandung Barat. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak akan mentoleransi bentuk transaksi jabatan dalam bentuk apa pun.
“Saya pastikan, di kepemimpinan saya bersama Wakil Bupati Asep Ismail tidak akan ada praktik jual beli jabatan oleh calo-calo jabatan,” tegasnya.
Baca Juga:Sekda Jateng Serukan Makan Makanan Sehat dan BerkualitasGeliatkan Pariwisata Jateng, 1.000 Peserta Ramaikan Slamet Trail Run 2025
Jeje bahkan menyatakan siap menindak tegas siapa pun yang terbukti terlibat dalam praktik transaksional, baik dari unsur ASN maupun pihak luar pemerintahan.
“Kalau dulu mungkin pernah terjadi, tapi sekarang tidak. Jika ada oknum yang masih berani bermain, saya akan usut dan tindak tegas,” tambahnya.
