4 Mobil Listrik Murah dan Irit Buat Harian, Layak Dibeli di Tahun 2025

4 Mobil Listrik Murah dan Irit Buat Harian, Layak Dibeli di Tahun 2025
4 Mobil Listrik Murah dan Irit Buat Harian, Layak Dibeli di Tahun 2025
0 Komentar

Pendatang baru asal Vietnam, VinFast VF3, langsung mencuri perhatian berkat desainnya yang retro-modern dan bergaya SUV mungil. Dengan ground clearance tinggi (175 mm), mobil ini lebih siap melibas jalanan bergelombang dibanding city car biasa.

  • Kelebihan: Desain unik, posisi duduk nyaman, cocok untuk area perkotaan dan pinggiran.
  • Kekurangan: Layanan servis dan ketersediaan suku cadang masih terbatas karena baru masuk pasar Indonesia.

4. BYD Atto 1

  • Harga: Rp195–235 juta (tergantung varian)
  • Baterai: LFP ±20 kWh (varian Dynamic & Premium)
  • Jarak tempuh: ±250 km
  • Pajak tahunan: ±Rp600 ribu – Rp900 ribu

BYD Atto 1 merupakan city car listrik dari Tiongkok yang mulai agresif ekspansi ke pasar Indonesia. Dengan desain modern dan fitur lengkap, mobil ini mampu memberikan jarak tempuh lebih jauh dibandingkan para rival di kelas harga yang sama.

  • Kelebihan: Desain stylish, fitur canggih, dan jarak tempuh hingga 250 km.
  • Kekurangan: Sebagai model baru, harga jual kembali belum terbukti stabil.

Empat model di atas membuktikan bahwa mobil listrik kini bukan lagi barang mewah. Dengan harga mulai dari Rp180 jutaan, konsumen sudah bisa merasakan kenyamanan dan efisiensi kendaraan listrik tanpa harus merogoh kocek dalam.

Baca Juga:Apakah iPhone 17 Layak Dibeli di Tahun 2025? Ini AlasannyaLink Video Rekaman CCTV Viral Timothy Anugerah Saputra Lompat di Gedung, Ada Versi Fullnya?

Wuling Air ev Lite unggul sebagai pelopor dengan harga paling murah.

  • Seres E1 menawarkan nilai terbaik dengan fitur cukup lengkap.
  • VinFast VF3 tampil beda berkat gaya SUV mungilnya.
  • BYD Atto 1 hadir dengan jarak tempuh paling jauh di kelasnya.

Bagi kamu yang sedang mencari kendaraan hemat, modern, dan ramah lingkungan, empat mobil listrik ini bisa menjadi langkah awal terbaik untuk beralih ke era mobilitas hijau di Indonesia.

0 Komentar