Pemkot Bandung mengakui, pembebasan lahan baru untuk taman memang sulit. Namun terakhir, pemkot tengah gencar mengembangkan konsep taman tematik dan pocket park (taman kecil di lingkungan padat), seperti Taman Film, Taman Lansia, dan Taman Cibeunying.
Namun, Yudi menilai pendekatan ini belum cukup untuk menyediakan kualitas udara yang baik bagi masyarakat.
“Taman-taman tematik bagus untuk estetika, tapi tidak menambah fungsi ekologis yang signifikan,” katanya
Baca Juga:Walhi Nilai Pengelolaan RTH Bandung Mandek, Pemerintah Dinilai Lemah Jalankan Mandat EkologiDisperkimtan Kabupaten Sumedang Ingatkan Developer Sediakan RTH Sesuai Aturan di Perumahan
Selain itu, Ia juga menekankan pentingnya penegakan aturan Koefisien Dasar Hijau (KDH) pada setiap pembangunan.
KDH mensyaratkan sebagian lahan bangunan tetap harus ditanami atau berpori, agar air bisa meresap ke tanah. Namun implementasinya di Bandung masih lemah.
Dirinya menilai Bandung masih punya peluang memperbaiki kondisi, terutama lewat integrasi perencanaan tata ruang dan kebijakan publik.
“Bandung bisa kembali jadi kota hijau jika punya roadmap yang jelas, kapan target 15 persen, 20 persen, dan seterusnya tercapai. Tanpa target menengah, angka 30 persen akan jadi mitos,” pungkasnya.
Sementara bagi warga seperti Rohimat, harapan sederhana tetap sama:
“Kami cuma ingin punya tempat buat anak-anak main dan udara yang segar. Itu saja sudah cukup.” tandasnya (Dam)
