Dalam bermusik, Iwan banyak mengangkat tema sosial, percintaan, hingga politik. Ia kerap menyisipkan alat musik tradisional Indonesia dalam aransemennya sebagai bentuk apresiasi terhadap keberagaman budaya.
“Musik itu bahasa universal. Melalui lagu, saya bisa menyampaikan pesan sosial dan moral dengan cara yang lebih lembut dan mudah diterima,” tuturnya.
Iwan juga melihat hubungan yang kuat antara musik dan politik. Menurutnya, keduanya sama-sama sarana komunikasi dan refleksi sosial.
Baca Juga:Ahmad Luthfi Minta Pengusaha Tionghoa Tumbuhkan Ekonomi Baru di JatengGattuso Siap Angkat Kaki dari Timnas Italia Jika Gagal ke Piala Dunia 2026
“Musik bisa menjadi alat menyampaikan aspirasi politik, protes sosial, atau kritik keadaan. Tapi tetap harus beradab dan sopan. Kritik boleh keras, tapi jangan lepas dari etika,” tegasnya.
Terkait perkembangan musik masa kini, Iwan menilai era digital membuka ruang yang jauh lebih luas bagi para musisi.
“Sekarang lebih kreatif dan bebas. Kita bisa rekaman sendiri di rumah, promosi lewat platform digital. Tapi tetap, musik yang bertahan adalah yang punya nilai dan diterima masyarakat,” ujarnya.
Ia pun berpesan kepada generasi muda agar tidak sekadar ikut tren, tapi menciptakan karya orisinal.
“Bermusik juga bisa jadi lahan ekonomi kreatif. Jangan takut berkarya sendiri. Jangan terus ikut arus cover lagu orang lain,” pesannya.
Di balik kesibukannya sebagai wakil rakyat, Iwan masih menyimpan banyak karya. Salah satunya lagu “Kristal Fantasi” yang masuk dalam kompilasi Rock Indonesia tahun 2003. Lagu itu ia ciptakan sebagai bentuk keprihatinan terhadap generasi muda agar menjauhi narkoba.
“Lagu itu jadi titik awal motivasi saya. Sekarang sudah ada video klip-nya di YouTube. Saya masih punya lebih dari 60 lagu yang siap dirilis,” ungkapnya.
Baca Juga:Erick Thohir Minta Dua Hari Sebelum Buka Suara Soal Nasib Pelatih TimnasDisway Awards 2025: Momentum Apresiasi Integritas dan Kredibilitas Serta Reputasi Brand Nasional
Menutup perbincangan, Iwan menyampaikan cita-citanya, mempertemukan musik dan politik dalam satu harmoni.
“Musik bukan hanya hiburan. Ia bisa menjadi media aspiratif yang membangkitkan semangat kebangsaan. Saya ingin musik bisa terus jadi energi positif bagi bangsa, terutama bagi generasi muda,” pungkasnya. (Mong)
