JABAR EKSPRES – Pemerintah Kota Cimahi terus memperkuat pendidikan karakter dan nilai-nilai kemanusiaan bagi generasi muda.
Salah satu upaya terbarunya adalah dengan menggandeng organisasi internasional Business and Professional Women (BPW) Indonesia untuk memberikan pemahaman mendalam tentang Hak Asasi Manusia (HAM) kepada ratusan pelajar tingkat SMP di Kota Cimahi.
Kegiatan bertajuk Sosialisasi Penguatan Kapasitas Hak Asasi Manusia (HAM) tersebut berlangsung di Cimahi Techno Park, Rabu (15/10/2025), dan diikuti oleh 500 siswa dari berbagai sekolah menengah pertama.
Baca Juga:8 Jabatan Pimpinan di Pemkot Cimahi Segera Dibuka Lewat Open BiddingInovasi Pelatihan Disnaker Cimahi Diuji di Tengah Pasar Kerja yang Kian Sempit
Program ini menjadi langkah konkret Pemkot Cimahi dalam menanamkan kesadaran HAM sejak usia dini, sekaligus upaya preventif untuk menekan potensi kenakalan remaja serta konflik sosial di kalangan pelajar.
Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, menegaskan bahwa pemahaman yang kuat tentang hak asasi manusia dapat menjadi benteng moral bagi pelajar di tengah derasnya arus informasi dan perubahan sosial.
“Kegiatan ini diprakarsai oleh BPW Indonesia yang diketuai oleh Ibu Giwo Rubianto Wiyogo. Pelaksanaannya merupakan kolaborasi dengan TP PKK Kota Cimahi dan DP3AP2KB,” ujar Ngatiyana.
Menurutnya, pemahaman tentang HAM bukan sekadar teori, tetapi menjadi landasan etika dan perilaku dalam kehidupan sosial. Ia berharap, melalui kegiatan ini, siswa mampu mengenali hak dan kewajiban mereka sebagai individu yang hidup dalam masyarakat yang beradab.
“Anak-anak SMP ini kan sedang berkembang, banyak potensi kenakalan yang terjadi di usia mereka. Dengan memahami apa itu HAM dan bagaimana menerapkannya, harapannya pelanggaran dan gesekan sosial bisa diminimalisasi,” tegasnya.
Ngatiyana menambahkan, pemerintah daerah memiliki tanggung jawab moral untuk menanamkan nilai kemanusiaan sejak usia sekolah.
Sebab, kata Ngatiyana, di masa inilah karakter dan pola pikir anak sedang dibentuk. Ia menilai pendidikan HAM merupakan pondasi penting untuk membangun generasi muda yang toleran, empatik, dan berintegritas.
Baca Juga:ODGJ Diduga Bakar Sampah, Rumah di Cimahi Ludes Dilalap ApiKembalikan Identitas Kota, Adhitia Ingin Cimahi Jadi Kebanggaan Warganya
Sementara itu, Vice President BPW Indonesia, Fiatri Widuri menjelaskan, kegiatan ini terbagi dalam tiga tahapan pembelajaran, yakni edukasi, internalisasi, dan kolaborasi.
Tahapan pertama, edukasi, berfokus pada pengenalan konsep dasar HAM kepada peserta. Para siswa diberikan pemahaman tentang hak-hak mendasar yang melekat pada setiap manusia tanpa memandang latar belakang sosial, agama, atau status ekonomi.
