Isun menegaskan bahwa perjuangan Laskar Santri Jawa Barat bukanlah bentuk permusuhan, melainkan panggilan moral untuk menjaga kehormatan ulama dan pesantren sebagai warisan peradaban Islam yang luhur.
Ia menekankan pentingnya agar media nasional belajar menghormati nilai-nilai keagamaan dan kebudayaan lokal, agar tidak lagi menciptakan kegaduhan serta luka sosial di tengah masyarakat.
“Kami mengajak seluruh santri, alumni pesantren, dan umat Islam untuk bersatu menjaga marwah pesantren. Ini bukan hanya soal satu lembaga, tetapi soal harga diri umat dan bangsa,” pungkasnya.
