Pesantren Sam’an Cinta Qur’an digagas sebagai ruang belajar bagi penghafal Qur’an dari kalangan disabilitas netra. Lembaga ini menjadi pionir pesantren tahfiz khusus tunanetra putri di Indonesia yang mengusung sistem pendidikan berbasis wakaf dan dakwah Qur’ani.
Dengan berdirinya pesantren ini, CQF berharap semakin banyak generasi penyandang disabilitas yang berkesempatan tumbuh menjadi hafidzah mandiri dan dai Qur’ani.
“Pesantren ini adalah tonggak bahwa dakwah Qur’an milik semua, tanpa kecuali,” pungkas Fatih.
Baca Juga:Pangkas Dana Transfer Daerah, Pakar Unpad Peringatkan Potensi KetimpanganYayasan Kasih Palestina Siap Bangun Kembali Masjid Istiqlal Indonesia di Gaza
Sementara itu, pewakif utama pembangunan pesantren, Arif, mengatakan wakaf ini adalah bentuk komitmennya untuk menghadirkan manfaat jangka panjang bagi umat.
“Saya hanya ingin apa yang saya titipkan ini menjadi cahaya yang tak pernah padam tempat para penghafal Qur’an lahir dan berjuang,” ucapnya. (Wit)
