“Silih Asah, fisik kita kuatkan. Silih Asih dan Asuh, kita berbagi. Di sini ada anak yatim yang kita bantu, ada juga UMKM yang kita dukung agar lebih berdaya,” ungkapnya.
Ia berharap, semangat kebersamaan yang tumbuh di BabatuRun bisa menjadi gerakan sosial baru, di mana olahraga dan kepedulian berjalan beriringan.
“Tahun ini ada 500 peserta. Tahun depan, mudah-mudahan bisa tembus seribu,” katanya penuh optimisme.
Baca Juga:Revitalisasi Tangki LNG Arun Capai 81 Persen, Target Beroperasi Akhir 2025Pemprov Jateng Buka Hotline Aduan Keracunan Menu MBG
Yang membuat BabatuRun berbeda dari fun run kebanyakan adalah perhatian panitia terhadap keselamatan peserta. Bersama platform SalingJaga, setiap pelari mendapat jaminan asuransi kecelakaan selama satu tahun penuh.
“Biasanya event seperti ini hanya fokus pada seru-seruan. Tapi kami ingin semua peserta merasa aman. Jadi bukan cuma hari ini saja, mereka terlindungi setahun penuh,” kata Fahri Amirullah, CMO Kitabisa/SalingJaga.
Hal ini menjadi nilai tambah tersendiri, karena olahraga sering kali hanya dianggap kegiatan sesaat. BabatuRun mengubahnya menjadi gerakan berkelanjutan, menanamkan kesadaran bahwa kesehatan dan keselamatan adalah bentuk kasih terhadap diri sendiri dan sesama.
Edwin Gafitra Setiawan, Direktur Operasional Itqan Peduli, punya alasan tersendiri mengapa lembaganya memilih fun run sebagai medium.
“Sekarang lagi tren olahraga dan fun run. Kami ingin menggunakannya untuk membangun kedekatan antara masyarakat, donatur, dan penerima manfaat program kami,” ujarnya.
Menurutnya, BabatuRun adalah cara Itqan Peduli memperluas jangkauan empati. “Selama ini anak yatim sering hanya diingat saat Ramadan. Padahal, mereka butuh perhatian setiap hari. Melalui olahraga, kami ingin mengetuk hati lebih banyak orang,” katanya.
Di akhir acara, setiap peserta yang mencapai garis finis disambut meriah dan menerima medali, sementara 150 pelari pertama mendapatkan trofi khusus dari panitia — simbol apresiasi kecil atas semangat besar yang mereka bawa.
Baca Juga:Serunya OREO Enggak Pernah Berhenti: Hadirkan #TwistLickDance Pertama Bareng BABYMONSTER!Hari Kesehatan Mental Sedunia: Billy Martasandy Ajak Masyarakat Lebih Peka Terhadap Kesehatan Jiwa di Era Teka
Tak jauh dari area finis, deretan tenda UMKM berdiri rapi. Ada aroma kopi yang menggoda, camilan khas Sunda yang hangat, hingga produk lokal buatan tangan yang menarik perhatian. Semua UMKM yang terlibat merupakan binaan BMT Itqan.
