2. Melaksanakan Ibadah dan Amal Shalih
Salah satu obat galau yang paling mujarab adalah dengan memperbanyak ibadah dan amal shalih.
Shalat berjamaah di masjid akan menenangkan hati kita, sekaligus menjauhkan diri dari kelalaian. Bahkan shalat malam atau qiyamul lail membuat hati kita lebih lembut dan dekat dengan Allah subhanahu wata’ala.
Selain shalat, kita juga bisa mendekat kepada Allah dengan puasa sunnah. Rasulullah ṣallallāhu ʿalaihi wasallam sangat menganjurkan puasa Arafah dan Asyura, yang keduanya dapat menjadi sebab penghapusan dosa. Dengan puasa, jiwa kita lebih sabar, hati lebih tenang, dan pikiran lebih jernih.
Baca Juga:3 Link Download Poster Hari Kesehatan Mental Sedunia, 10 Oktober 2025WHO Sebut 1 dari 5 Orang Alami Tekanan Emosial yang Berpotensi Ganggu Kesehatan Mental
Tidak kalah penting adalah amal shalih berupa sedekah dan membaca Al-Quran. Sedekah membersihkan harta sekaligus hati dari sifat kikir. Sementara itu, Al-Quran adalah obat hati yang sejati. Membacanya dengan tadabbur akan menghadirkan ketenangan jiwa, karena ia adalah petunjuk dan rahmat dari Allah untuk hamba-hamba-Nya.
3. Menjauhi Dosa dan Akhlak Buruk
Obat hati galau berikutnya adalah dengan menjauhi dosa dan akhlak buruk. Marilah kita memperbanyak istighfar dan taubat setiap hari, sebab hati yang kotor oleh dosa akan sulit merasakan ketenangan.
Hindarilah permusuhan, karena permusuhan membuat doa-doa kita tertahan. Jauhilah pula perbuatan syirik, riba, zina, dan segala bentuk kezhaliman, karena semua itu hanya akan menambah kegelisahan dan mengundang murka Allah subhanahu wata’ala.
Manfaat Dzikir untuk Menenangkan Hati
Allah Ta‘ala berfirman Ar-Ra‘d ayat 28,
أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.”
Dzikir bukan sekadar ucapan lisan, tapi juga hadirnya hati bersama Allah. Orang yang banyak dzikir insyaallah hatinya lebih tenang dan jauh dari galau hati. Ia juga akan dilindungi oleh malaikat, diberi keteguhan iman, dan dimudahkan urusannya oleh Allah.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda sebagaimana diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim,
مَنْ قَالَ: سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ، فِي يَوْمٍ مِائَةَ مَرَّةٍ، حُطَّتْ خَطَايَاهُ وَإِنْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ
“Barang siapa membaca ‘Subhanallah wa bihamdih’ seratus kali dalam sehari, akan diampuni dosanya walau sebanyak buih di lautan.”
Kisah Sahabat yang Diuji Rasa Hati Galau
