JABAR EKSPRES – Organisasi Global Sumud Flotila, yang menjalankan misi kemanusiaan untuk menembus blokade Israel di Jalur Gaza, melaporkan bahwa tiga kapal mereka diserang oleh militer Israel pada Rabu dini hari.
Serangan ini kembali menyoroti ketegangan yang terus berlangsung di kawasan tersebut, terutama terkait upaya internasional mengirim bantuan ke wilayah Gaza yang masih terkepung.
Dalam pernyataan resminya di media sosial X (Twitter), pihak flotila menyebut bahwa kapal Gaza Sunbirds, Alaa Al-Najjar, dan Anas Al-Sharif menjadi target serangan dan dicegat secara ilegal oleh pasukan Israel sekitar pukul 04.34 waktu setempat (01.34 UTC), berjarak 220 kilometer dari pesisir Gaza.
Baca Juga:Redmi Note 14 Pro 5G: Punya Kamera 200MP dan Performa Andal di 2025Bupati Bandung Tekankan Pentingnya Tertib Administrasi dan Kerja Sama dalam Roadshow KDMP
“Tiga kapal kami telah diserang dan dicegat secara ilegal oleh militer Israel di perairan internasional,” tulis pihak Global Sumud Flotila dalam unggahan tersebut.
Sementara itu, otoritas urusan luar negeri Israel mengonfirmasi bahwa para penumpang dari kapal yang dicegat berada dalam kondisi aman. Mereka telah dibawa ke salah satu pelabuhan Israel dan saat ini menunggu proses deportasi.
Insiden ini bukan yang pertama kalinya. Pada 1 Oktober 2025, pasukan Israel juga dilaporkan menyerang dan menyita kapal-kapal flotila yang hendak menuju Gaza serta menahan lebih dari 470 aktivis dari sekitar 50 negara.
Armada tersebut diketahui membawa bantuan kemanusiaan, termasuk pasokan medis dan makanan, sebagai bentuk solidaritas terhadap rakyat Palestina yang telah lama hidup di bawah blokade.
Menurut laporan dari Pusat Hukum untuk Hak Minoritas Arab di Israel (Adalah), Israel telah mendeportasi 170 aktivis dari kelompok tersebut.
Sebagian besar dikirim ke Istanbul, Turki, sementara kelompok lainnya diterbangkan ke Italia dan Spanyol. Deportasi itu dilakukan beberapa hari setelah mereka ditahan di perairan internasional.
Selama hampir 18 tahun, Israel telah mempertahankan blokade ketat terhadap Jalur Gaza, wilayah yang menjadi rumah bagi hampir 2,4 juta penduduk Palestina. Blokade tersebut membatasi pergerakan barang dan orang, serta membebani kehidupan warga sipil dengan krisis kemanusiaan berkepanjangan.
Baca Juga:Harga Emas Perhiasan Hari Ini, 8 Oktober 2025: Mulai dari Rp359 RibuIga Swiatek Catat Kemenangan ke-60 Musim 2025 di Debut Gemilang Wuhan Open
Situasi semakin memburuk sejak Oktober 2023, ketika serangan udara Israel menyebabkan lebih dari 67.000 warga Palestina tewas, mayoritas perempuan dan anak-anak.
