Tak Hanya Faktor Gizi, Stunting di Cimahi Dipicu oleh Air Kotor dan Limbah Domestik

Tak Hanya Faktor Gizi, Stunting di Cimahi Dipicu oleh Air Kotor dan Limbah Domestik
Kondisi sungai di Cimahi yang mulai tercemar limbah domestik. (Dok. Jabar Ekspres)
0 Komentar

“Dalam tiga tahun terakhir, seluruh sungai utama di Cimahi dinyatakan tidak sehat. Ironisnya, sumber pencemaran kini lebih banyak berasal dari limbah domestik rumah tangga dibanding industri,” ungkap Ario.

Ario menambahkan, DLH Cimahi saat ini hanya memiliki tiga instrumen utama dalam pengendalian pencemaran, yakni perizinan, pengawasan, dan pengukuran.

Ketiganya dijalankan sesuai mandat peraturan perundang-undangan, meski dengan sumber daya yang terbatas.

Baca Juga:Angka Stunting di Cimahi Kedua Tertinggi se-Jawa Barat, Sanitasi Buruk dan Urbanisasi jadi Faktornya?Stunting di Jabar: Pedesaan Turun, Perkotaan Melonjak Tajam

“Sejak 2022, DLH Cimahi sudah tidak lagi menerbitkan izin pembuangan limbah cair ke badan air penerima. Semua perusahaan wajib memiliki sistem pengolahan limbah internal dan memanfaatkannya kembali, seperti untuk penyiraman atau flushing toilet,” tutup Ario. (Mong)

0 Komentar