Adapun pelaksanaan layanan BISKITA sejauh ini dinilai berjalan baik, dengan jumlah penumpang yang cukup tinggi, terutama di jalur utama menuju Stasiun Bogor.
Dedie menyebut, setiap harinya terdapat sekitar 100 ribu penumpang kereta api yang pulang-pergi Bogor-Jakarta sehingga perlu disediakan sambungan transportasi yang memadai, salah satunya melalui layanan BISKITA Trans Pakuan.
“Kebutuhan transportasi ini tinggi sekali, apalagi di jalur utama menuju Stasiun Bogor. Ini harus dilayani dengan sambungan transportasi yang memadai,” katanya.
Baca Juga:Pemkab Bogor Pastikan Keamanan Dapur SPPG Lewat Sertifikasi dan InspeksiPolisi Gagalkan Percobaan Curanmor di Kedung Badak Bogor, Dua Pelaku Melarikan Diri
Pengaktifan kembali dua koridor BISKITA ini pun diharapkan dapat memperluas jangkauan layanan BISKITA dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Kota Bogor.
“Ini harapan baru bagi masyarakat untuk bisa menikmati layanan publik yang aman, nyaman, dan modern dari pemerintah,” ucapnya.
Sebagai informasi, Koridor 5 akan melayani penumpang dari Halte Ciparigi melewati Jambu Dua, Kedung Halang, Air Mancur, Dinas Kesehatan, hingga Stasiun Bogor.
Sedangkan Koridor 6 akan melayani perjalanan dari Parung Banteng Kabupaten Bogor, melintasi Air Mancur, kemudian dilanjutkan melalui Jalan RE Martadinata hingga Stasiun Bogor.
