JABAR EKSPRES – Semakin canggihnya teknologi, ternyata juga bisa membawa dampak buruk jika kita tidak hati-hati. Dengan kecanggihan teknologi, banyak modus penipuan baru juga yang muncul.
Salah satu penipuan yang saat ini tengah marak adalah Deep fake AI. Dengan deep fake AI ini, penipu bisa menirukan suara dan wajah palsu untuk digunakan mengelabui atau menipu korbannya.
Karenanya jangan mudah percaya, karena bisa saja yang terlihat dan didengar bukan orang sebenarnya. Sebagai langkah antisipasi agar kita tidak tertipu, bisa dengan mengenali modus yang biasanya digunakan oleh para penipu.
Modus Penipuan Deep Fake
Baca Juga:Benarkah Bon Appetit Your Majesty Ada Season 2? ini Bocoran dari YoonA dan Lee Chae MinBenarkah Aplikasi Penghasil Uang VIR Aman? Modus Unggah Foto Sampah bisa Jadi Cuan
Berdasarkan akun instagram resmi @satgas_pasti, ada beberapa modus penipuan yang sering menggunakan Deep fake, di antaranya:
1. Panggilan “Darurat” dari keluarga, Pelaku biasanya memakai suara atau foto yang mirip dengan keluarga kita untuk meminta transfer sejumlah dana (desakan minta transfer segera).
2 Impersonation pejabat/publik figur, Pelaku memakai gambar atau suara dengan pejabat publik atau publik figur untuk meminta akses akun keuangan kita.
3 Love Scam, Pelaku membangun kedekatan emosional lalu meminta transfer atau data finansial kita.
4 Penyamaran Layanan Perbankan, Pelaku memakai gambar atau suara yang mirip dengan operator Bank untuk meminta sejumlah uang atau meminta data akun keuangan.Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan illegal
Tips Terhindar dari Penipuan Deep Fake
Agar bisa terhindar dari penipuan Deep Fake Al, ada beberapa hal yang yang bisa dilakukan, seperti :
– Setelah menerima panggilan Video Call harap lakukan klarifikasi kepada pihak yang menghubungi, hubungi kembali dengan nomor alternatif untuk memastikan.
– Selalu lakukan verifikasi langsung sebelum melakukan transaksi
Baca Juga:Tanggal 5 Oktober 2025, Semua Moda Transportasi di Jakarta GRATIS, cuman Bayar Rp80.Mobil Listrik Paling Keren Oktober 2025, Wuling Binguo S Hanya Dijual Rp150 Jutaan
– Tidak asal percaya dan melakukan transfer kepada pelaku, apalagi jika nama yang tertera pada rekening bukan merupakan nama yang kita kenali
– Tidak memberikan Data Pribadi yang berkaitan dengan keuangan seperti OTP, PIN ATM, PIN kartu kredit, CVV/CVC, dan password akun keuangan kita
– Gunakan pengamaman berlapis, mengaktifkan auntentifikasi dua faktor pada akun keuangan
Namun jika sudah terlanjur menjadi korban penipuan, segera laporkan ke OJK, agar penipu bisa terlacak dan OJK akan memberikan panduan apa saja yang harus kita lakukan setelah menjadi korban penipuan.
