“Siswa mulai memakan menu MBG itu sekitar pukul 11.30 WIB. Dan sesaat setelah itu, mereka (siswa) mulai mengeluhkan kondisi mual, sesak napas,” papar Diandini.
Meskipun dugaan sementara mengarah pada makanan yang disajikan, otoritas setempat belum bisa memastikan penyebab pasti insiden ini. Wakil Wali Kota menegaskan bahwa investigasi masih sangat diperlukan untuk memastikan titik masalahnya. “Dugaan sementara dari makanan yang disajikan, tapi untuk lebih pastinya kita menunggu hasil uji lab,” kata Supriana.
Tim dari Dinas Kesehatan dan pihak berwenang lainnya telah mengambil sampel makanan yang tersisa serta melakukan pemeriksaan terhadap para korban untuk mengidentifikasi zat atau bakteri yang mungkin menjadi pemicu. (CEP)
