Dari Tank hingga Kuda Militer, Pelajar Bandung Belajar Sejarah di Museum Kavaleri

Pelajar SD mengamati koleksi sejarah militer dan miniatur tank di Museum Kavaleri, Jalan Gatot Subroto, Kota B
Pelajar SD mengamati koleksi sejarah militer dan miniatur tank di Museum Kavaleri, Jalan Gatot Subroto, Kota Bandung, Selasa (30/9). Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

SUASANA riang mewarnai halaman Markas Besar Pusat Kesenjataan Kavaleri (Pusenkav) TNI AD, Jalan Gatot Subroto, Kota Bandung, Selasa (30/9) pagi. Puluhan pelajar SD dan SMP larut dalam study tour ke Museum Kavaleri TNI AD, menyimak sejarah, menjawab kuis kebangsaan, hingga melihat koleksi panser dan kuda militer.

Muhammad Nizar, Jabar Ekspres.

Rizky, pelajar SD, tak bisa menyembunyikan rasa kagumnya. Dirinya amat tertarik melihat tank, menurutnya, ukuran besar membuat tank tampak kuat. Rasanya, seperti melihat sejarah yang

biasanya hanya ada di dalam buku bacaan.

“Aku merasa kagum sekali, karena dulu prajurit kavaleri bisa berani maju ke medan perang naik kuda sambil bawa senjata,” kata Rizky kepada Jabar Ekspres di lokasi.

Baca Juga:Stasiun Bojonegara, Infrastruktur Kunci PGN untuk Distribusi Gas di Jawa BaratBukan Keracunan Lagi! 36 Siswa Cipongkor Ternyata Kena Psikosomatik Gegara Trauma MBG

Sementara Putri, siswi SMP, berbagi kesan berbeda. Menurutnya yang paling menarik adalah panser, karena kendaraan itu tidak hanya dipakai untuk perang, tapi juga untuk melindungi pasukan di dalamnya. “Melihat replika kuda kavaleri dan senjatanya membuat saya terharu sekaligus bangga,” cetus Putri.

Bagi mereka, kunjungan ini bukan sekadar melihat koleksi. Rizky menyebut, kalau dirinya harus menjadi lebih berani. Tidak gampang menyerah dan juga disiplin.

Sementara Putri menambahkan, “Saya melihat bahwa prajurit kavaleri memberi teladan tentang disiplin, keberanian, tanggung jawab, dan kerja sama,” tambahnya.

Di sela kegiatan, Komandan Pusenkav, Mayjen Eko Susetyo, mengingatkan pentingnya kavaleri dalam pertahanan negara. “Kalau adik-adik lihat simbol TNI, pasti ada tank dan panser. Itu semua kavaleri. Bahkan kavaleri juga punya pasukan berkuda,” ucapnya.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, memanfaatkan momentum 30 September untuk mengajak siswa mengenang jasa pahlawan revolusi.

Dirinya memastikan, kegiatan studi tour tersebut gratis untuk seluruh siswa SD dan SMP di Bandung. Ini murni untuk menambah wawasan dan rasa cinta tanah air.

“Tujuh pahlawan revolusi gugur pada 30 September 1965 akibat pengkhianatan PKI. Karena itulah Indonesia sampai hari ini menjadi negara yang anti-komunis,” pungkasnya.

0 Komentar