JABAR EKSPRES – YAKKUM Emergency Unit (YEU) bersama Sekolah BPPK Bandung menggelar audiensi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk menyampaikan perkembangan serta pembelajaran dari implementasi Living Water Program.
Kegiatan ini berlangsung di Kantor Dinas Pendidikan Kota Bandung dan dihadiri perwakilan Dinas Pendidikan Kota Bandung, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat, BPBD Provinsi Jawa Barat, Yayasan serta Sekolah BPPK Bandung, dan tim YEU.
Program Living Water merupakan inisiatif global yang digagas Amity Foundation, organisasi berbasis iman independen dari Tiongkok yang berdiri sejak 1985. Program ini telah berjalan di berbagai negara Asia dan Afrika, seperti Ethiopia, Kenya, Sierra Leone, dan Zimbabwe, serta memberikan manfaat bagi puluhan ribu orang sejak 2010.
Baca Juga:Bukti Nyata Solidaritas Alumni ITB: Bantu Mahasiswa Lewat Zakat dan Infak Gajah di Ultra Marathon 2025Digelar Serentak di 5 Kampus, Ribuan Siswa Ikuti Try Out Nasional Beasiswa Perintis 2026
Implementasi di Indonesia YEU berperan sebagai mitra lokal untuk mengimplementasikan program tersebut di Sekolah BPPK, Jl. Pajajaran, Bandung, dengan dukungan Amity Foundation dan Pemerintah Provinsi Jiangsu, Tiongkok.
Seiring meningkatnya intensitas bencana akibat krisis iklim di Indonesia, pendidikan dinilai sebagai ruang strategis dalam membangun generasi muda yang peduli lingkungan dan tangguh bencana.
Melalui program ini, sekolah-sekolah didorong untuk menerapkan praktik ramah lingkungan, seperti pengurangan limbah plastik, membangun sistem pasokan air yang mudah diakses untuk kebutuhan rumah tangga dan air minum, mengembangkan mekanisme pengelolaan air berkelanjutan, serta menumbuhkan budaya peduli lingkungan di kalangan siswa, guru, dan masyarakat sekolah.
Sekolah BPPK Bandung, wujudkan program ini secara nyata melalui pemasangan pembangkit listrik tenaga surya dan pemanfaatan teknologi penjernih air. Inisiatif tersebut tidak hanya memperluas akses terhadap air minum aman, tetapi juga menekan penggunaan plastik sekali pakai di lingkungan sekolah.
“Kami percaya bahwa sekolah memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang peduli terhadap lingkungan. Program ini menunjukkan bahwa inovasi sederhana dapat membawa dampak nyata, baik bagi siswa maupun komunitas di sekitarnya,” ujar perwakilan YEU dalam audiensi tersebut.
Melalui forum ini, YEU berharap terjalin kolaborasi lebih kuat antara lembaga pendidikan, pemerintah daerah, dan komunitas untuk mendukung pengembangan sekolah ramah lingkungan serta tangguh bencana.
