Rapat Khusus Digelar, Pemkab Bandung Perketat Pengawasan Program Makanan Bergizi Gratis untuk 1,2 Juta Siswa

Rapat Khusus Digelar, Pemkab Bandung Perketat Pengawasan Program Makanan Bergizi Gratis untuk 1,2 Juta Siswa
Rapat Khusus Digelar, Pemkab Bandung Perketat Pengawasan Program Makanan Bergizi Gratis untuk 1,2 Juta Siswa
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Bupati Bandung menggelar rapat khusus untuk mengevaluasi Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) dengan sejumlah pihak.

Langkah ini, guna membahas isu keracunan massal akibat konsumsi makanan dari dapur Program MBg di beberapa daerah Jawa Barat, termasuk Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Garut, menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Bandung.

Bupati Dadang Supriatna menegaskan, akan segera melakukan rapat koordinasi khusus dengan berbagai pihak terkait untuk mencegah terjadinya hal serupa di wilayah Kabupaten Bandung.

Baca Juga:5 Mobil Legenda yang Masih Dicari Kolektor di 2025Tabel Angsuran KUR Mandiri 2025 Terbaru September Pinjam 88 Juta Cicilan Rp 63 Ribuan Ini Detailnya!

“Kasus keracunan akibat menu MBG akan menjadi pembahasan khusus. Sebab, keracunan tidak hanya disebabkan satu faktor saja. Jadi, kami perlu membahas dan mempelajarinya lebih mendalam,” ujar Bupati yang akrab disapa Kang DS di Soreang, Kamis 25 September 2025.

Pihaknya akan mengundang unsur Forkopimda, Badan Gizi Nasional (BGN), pengelola dapur MBG, ahli gizi, akuntan, serta pihak-pihak terkait lainnya untuk melakukan analisis menyeluruh.

“Kami akan undang semua pihak untuk membahas dan menganalisis agar kejadian di daerah lain tidak terulang di Kabupaten Bandung,” tegasnya.

Program MBG di Kabupaten Bandung sendiri merupakan program pemerintah pusat yang bertujuan menyediakan makanan bergizi gratis bagi siswa di tingkat PAUD, SD, SMP, dan PKBM.

Diperkirakan sekitar 1,2 juta penerima manfaat akan menikmati program ini, yang terdiri dari siswa PAUD, SD, SMP, dan PKBM.

Dengan jumlah penerima manfaat yang besar, pihaknya menekankan pentingnya pengawasan ketat dalam setiap tahapan penyelenggaraan program agar tujuan peningkatan gizi anak benar-benar tercapai tanpa risiko kesehatan.* (ysp)

0 Komentar