JABAR EKSPRES — Lonjakan kasus keracunan akibat program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa ratusan pelajar di Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat, menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Cimahi.
Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, menegaskan pihaknya memperketat pengawasan terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar peristiwa serupa tidak terjadi di Cimahi.
“Pemerintah Kota Cimahi ikut terlibat dalam pengawasan terhadap SPPG. Jangan sampai di Kota Cimahi ada anak-anak kita yang mengalami keracunan,” ujar Ngatiyana saat ditemui di Pesantren Baitul Anshor, Jalan Tirta Indah, Kebon Kopi, Cimahi, baru-baru ini.
Baca Juga:BGN Optimis Anggaran MBG Rp71 Triliun dapat Terserap Meski Baru 18 PersenSiswa SMAN 3 Cimahi Ngeluh Soal Menu MBG, Begini Penjelasan Pihak Sekolah
Ngatiyana mengungkapkan, saat ini Cimahi baru memiliki 19 titik SPPG yang beroperasi. Padahal, kebutuhan ideal mencapai sekitar 52 titik. Artinya, masih banyak sekolah dan pelajar yang belum terlayani secara penuh.
“Baru ada 19 titik, untuk kebutuhannya ada sekitar 52 SPPG. Belum terlayani semua,” jelasnya.
Pemkot Cimahi, kata Ngatiyana, melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) dan dinas terkait lainnya, melakukan pengawasan ketat mulai dari tahap penyiapan, pemasakan, hingga pengemasan makanan bergizi gratis sebelum didistribusikan ke sekolah.
“Pengawasan tetap kita lakukan mulai dari penyiapan, pemasakan, sampai penyajian, dan ketika dikirim ke sekolah harus dipastikan layak konsumsi. Dinkes Kota Cimahi bersama dinas lain ikut turun tangan di sekolah maupun di SPPG,” ujarnya menegaskan.
Tidak hanya melibatkan dinas teknis, Pemkot Cimahi juga menggandeng Kejaksaan Negeri Cimahi dalam pengawasan operasional SPPG. Langkah ini dilakukan untuk memastikan tata kelola program MBG berjalan tertib dan aman.
“Untuk di Kota Cimahi, keberadaan SPPG juga diawasi oleh Kejaksaan Negeri agar lebih tertib dan lebih aman,” ungkapnya.
Hingga saat ini, Cimahi belum menemukan laporan kasus keracunan terkait distribusi makanan bergizi gratis. Namun, Pemkot tetap siaga dan memperketat monitoring agar peristiwa seperti di daerah lain tidak terulang di Cimahi.
Baca Juga:Resmikan Dapur SPPG Ciparay, Yayasan Aksi Cinta Negeri Jamin MBG Bebas KeracunanMarak Kasus Keracunan, DPRD Kabupaten Bandung Desak Quality Control MBG Diperketat
“Mudah-mudahan di Cimahi tidak terjadi hal yang tidak diinginkan seperti keracunan MBG yang dialami para pelajar di daerah lain,” tandas Ngatiyana. (Mong)
