Harga Beras di 148 Kota/kabupaten Turun, Berkat Program SPHP?

Harga Beras di 148 Kota/kabupaten Turun, Berkat Program SPHP?
Ilustrasi ketersediaan beras di Kota Bandung. (Dimas/Jabar Ekspres)
0 Komentar

Seluruh upaya itu diarahkan untuk mengendalikan inflasi pangan, memperkuat ketahanan pangan nasional, dan menjaga daya beli masyarakat di tengah dinamika harga global.

Direktur Ketersediaan Pangan Bapanas Indra Wijayanto menambahkan realisasi distribusi beras Bulog saat ini rata-rata telah di atas 5.000 ton per hari. Namun, percepatan distribusi perlu dilakukan agar sisa target sekitar 1,1 juta ton dapat terserap sepenuhnya hingga akhir tahun.

“Dengan sisa waktu 107 hari, distribusi harian perlu ditingkatkan mendekati 10 ribu ton per hari agar harga beras lebih stabil di hampir semua daerah,” kata Indra dalam Rapat Koordinasi Inflasi di Kementerian Dalam Negeri.

Baca Juga:Hilirisasi Perkebunan Buka 1,6 Juta Lapangan Kerja Baru, Benarkah?Pedagang Beras di Bandung Keluhkan Harga Naik Terus, SPHP Belum Turun

Indra juga mengapresiasi instansi dan lembaga terkait yang turut memperkuat penyaluran beras, khususnya melalui gerakan pangan murah (GPM).

Menurutnya, peran pemerintah daerah juga sangat krusial dalam memperluas jangkauan intervensi.

“Jika setiap kelurahan menyelenggarakan GPM minimal seminggu sekali sesuai kebutuhan warganya, realisasi target distribusi akan lebih mudah dicapai,” pungkasnya.

Sementara itu, berdasarkan data Panel Harga Badan Pangan Nasional yang dilansir di Bandung, Rabu, harga beras premium mencapai Rp15.951 per kg, beras medium Rp13.824 per kg, dan beras SPHP Rp12.555 per kg.

0 Komentar