Untuk menjaga kualitas, sekolah selalu berkoordinasi dengan penyedia MBG. Bahkan setiap minggu, daftar menu dikirimkan agar bisa dipantau.
“Anak-anak juga suka menulis rekomendasi di kertas, misalnya ingin menu mie ayam atau nasi padang. Itu kita sampaikan ke pihak dapur,” ujar Rika sambil tersenyum tipis.
Pengawasan distribusi juga dilakukan guru secara bergiliran.
“Kita ingin tahu langsung respon anak-anak. Saat makanan dikembalikan, kita cek apakah habis atau tidak, bagaimana rasanya, dan sebagainya. Itu kita pantau terus,” imbuhnya.
Baca Juga:Nikmati Pemandangan Gunung Tangkuban Perahu Lewat “Mountain Gateway Package” dari ibis Bandung PasteurLewat “A Legacy of Love”, Sun Life Indonesia Gelar Bright Talk Spesial
Meski sempat viral, Rika memastikan tidak ada kasus serius seperti keracunan yang terjadi di sekolah.
“Selama ini tidak ada kejadian sampai keracunan. Mudah-mudahan ke depan juga tidak ada, karena kalau itu terjadi, semua pihak tentu kerepotan,” pungkasnya. (Mong)
